Israel Serang Gaza, Tokoh Senior Hamas Tewas
Serangan udara Israel kembali dilancarkan ke Jalur Gaza pada Selasa (29/9/2026). Izz al-Din Al-Beik, tokoh yang disebut sebagai kepala sayap bersenjata Hamas di wilayah Gaza Utara dikabarkan tewas dalam serangan tersebut.
Kematian Al-Beik dikonfirmasi oleh pejabat Israel dan Palestina, sebagaimana dilaporkan Reuters. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan militer Israel memang menjadikan Al-Beik sebagai target dalam serangan tersebut.
Menurut Netanyahu dan Katz, Al-Beik berperan dalam merencanakan serangan serta merekrut anggota baru untuk Hamas.
Baca Juga : Mojtaba Sebut AS Bakal Terusir dari Timteng
Hamas juga membenarkan bahwa Al-Beik tewas akibat serangan Israel. Petugas medis menyebut sebuah gedung apartemen di kawasan Nasr, Gaza City, terkena serangan sekitar waktu fajar.
Seorang korban lainnya kemudian meninggal dunia akibat luka yang diderita dalam serangan tersebut, menurut pejabat kesehatan setempat.
Israel juga menuding Hamas kembali memperkuat persenjataan dan melakukan serangan yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata yang diberlakukan pada Oktober. Dalam beberapa pekan terakhir, militer Israel juga meningkatkan serangan terhadap kelompok tersebut.
Militer Israel menyatakan sedikitnya 20 tokoh Hamas telah tewas sepanjang September. Mereka termasuk sejumlah orang yang disebut sebagai komandan senior, pihak yang terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023, serta individu yang sebelumnya disebut menahan sandera Israel.
Hamas membantah tudingan tersebut, dan menyatakan kelompoknya tidak sedang mempersiapkan serangan ataupun membangun kembali persenjataan. Hamas justru menuduh Israel sebagai pihak yang merusak kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Gencatan Senjata Gaza Masih Mengalami Kebuntuan
Kesepakatan gencatan senjata tahun lalu dicapai melalui mediasi Amerika Serikat, dan mengatur rekonstruksi Gaza pada tahap berikutnya. Dalam pelaksanaan gencatan senjata masih berjalan lambat, karena para perunding belum mencapai kesepakatan mengenai mekanisme pelucutan senjata Hamas, dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Baca Juga : Prancis Siapkan Pasukan Bantuan ke Saudi Hadapi Houthi
Di sisi lain, serangan udara Israel terhadap wilayah Gaza masih berlanjut. Pejabat kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 1.400 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata mulai diberlakukan. Militer Israel juga mengkonfirmasi empat tentaranya tewas dalam periode yang sama.
Secara keseluruhan, otoritas Palestina menyatakan lebih dari 73.000 orang telah tewas akibat serangan Israel ke Gaza.
Operasi militer Israel tersebut bermula setelah pejuang yang dipimpin Hamas menyerang wilayah selatan Israel pada Oktober 2023. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang.
