China Targetkan Peta Geologi Mars Selesai pada 2028
China menargetkan penyelesaian peta geologi seluruh permukaan Mars pada akhir 2028. Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan eksplorasi Planet Merah di tengah persaingan antariksa dengan Amerika Serikat (AS).
Kepala ilmuwan misi Mars China berikutnya, Tianwen-3, Hou Zengqian, mengatakan pada Senin (28/9/2026) bahwa pemetaan akan mencakup seluruh permukaan Mars.
Mengutip Xinhua melalui South China Morning Post, peta tersebut ditargetkan menjadi standar global dalam menentukan usia geologi Mars. Proyek itu juga disebut akan menjadi peta geologi Mars pertama yang dibuat dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga : BI Pertahankan Suku Bunga, Apa Alasannya?
Data pemetaan akan menggabungkan berbagai temuan dari Zhu Rong, rover pertama China yang berhasil dikirim ke Mars. Rover tersebut menemukan bukti yang mengindikasikan Mars kemungkinan pernah memiliki samudra purba berskala antarbenua sekitar 3,5 miliar tahun lalu.
Zhu Rong juga menemukan kemungkinan terjadinya banjir dalam waktu singkat sekitar 1,6 miliar tahun lalu.
China Siapkan Peta Detail untuk Tianwen-3
Zhu Rong mendarat di Mars pada Mei 2021 sebagai bagian dari misi Tianwen-1. Keberhasilan tersebut menjadikan China negara kedua setelah AS yang berhasil mendaratkan rover di permukaan Mars.
Selama beroperasi, Zhu Rong menjelajahi permukaan Mars selama hampir satu tahun dan menempuh jarak lebih dari 1,9 kilometer.
Selain membuat peta seluruh permukaan Mars, China juga akan menyusun peta geologi dengan tingkat detail lebih tinggi menggunakan skala 1:50.000 untuk wilayah yang direncanakan menjadi lokasi pendaratan Tianwen-3.
Proyek tersebut juga mencakup pembuatan sejumlah atlas geologi Mars. Xinhua menyebut metode pemetaan ini berpotensi menjadi model untuk pemetaan benda langit lainnya, termasuk Bulan, Venus, dan asteroid.
Tianwen-3 Targetkan Bawa Sampel Mars ke Bumi
Pemetaan Mars tersebut merupakan bagian dari persiapan China menghadapi misi Tianwen-3 yang dijadwalkan meluncur pada akhir 2028.
Misi tersebut menargetkan pengambilan sedikitnya 500 gram sampel dari permukaan Mars untuk kemudian dibawa kembali ke Bumi sekitar 2031. Jika berhasil, China berpotensi menjadi negara pertama yang menyelesaikan misi pengembalian sampel dari Mars.
Tianwen-3 akan dilaksanakan melalui dua kali peluncuran. Salah satu wahana akan membawa pendarat dan kendaraan yang bertugas mengambil sampel dari permukaan Mars serta mengirimkannya ke orbit.
Sementara itu, wahana kedua akan membawa pengorbit dan modul pengembalian yang bertugas mengangkut sampel Mars dari orbit menuju Bumi.
Misi Sampel Mars AS Hadapi Pembengkakan Biaya
Ambisi China tersebut berlangsung ketika program pengembalian sampel Mars milik NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) menghadapi persoalan biaya serta penundaan.
Rover Perseverance milik NASA telah menjelajahi Mars sejak Februari 2021. Rover tersebut telah mengumpulkan dan menyimpan puluhan sampel batuan serta tanah yang pada awalnya direncanakan untuk dibawa ke Bumi pada dekade 2030-an.
Namun, pada 2024 NASA memperkirakan program pengembalian sampel tersebut dapat membutuhkan biaya hingga US$11 miliar atau sekitar Rp197 triliun. Sampel bahkan diperkirakan baru dapat tiba di Bumi paling cepat pada 2040.
Pada Januari, Kongres AS secara efektif mengakhiri program yang ada dengan memangkas pendanaannya karena tingginya biaya dan penundaan berulang. Sebagian dana kemudian dialihkan ke inisiatif Mars Future Missions yang ditujukan untuk mengembangkan teknologi eksplorasi dengan biaya lebih rendah.
Hingga kini, desain dan jadwal misi pengembalian sampel Mars AS berikutnya masih belum pasti.
Kiprah AS dalam Eksplorasi Mars
AS telah lebih dahulu menjalankan eksplorasi Mars. NASA memulai misi Mars pertamanya pada era perlombaan antariksa dengan Uni Soviet.
Baca Juga : UEA Konfirmasi Pertemuan MBZ dan Netanyahu di Abu Dhabi
Mariner 4 menjadi wahana antariksa pertama yang melakukan penerbangan lintas dekat Mars sekaligus mengirimkan gambar jarak dekat Planet Merah pada 1965. NASA kemudian berhasil mendaratkan wahana Viking 1 di Mars pada 1976.
Setelah Sojourner menjadi rover robotik pertama yang mencapai Mars pada 1997, lima rover Amerika telah menjelajahi permukaan planet tersebut. Saat ini, Curiosity dan Perseverance masih beroperasi di Mars.
China sendiri memulai eksplorasi Mars melalui Tianwen-1 yang diluncurkan pada Juli 2020 dengan membawa rover Zhu Rong.
Zhu Rong menyelesaikan misi utama yang dirancang selama 90 hari Mars dan terus beroperasi hingga Mei 2022. Setelah itu, rover memasuki masa hibernasi musim dingin sesuai rencana, tetapi tidak berhasil kembali aktif.
Kegagalan tersebut dilaporkan terutama disebabkan oleh penumpukan debu tebal pada panel surya. Kondisi itu membuat Zhu Rong tidak mampu menghasilkan daya yang cukup untuk kembali beroperasi.
