Korsel Curiga Zelensky Ungkap Tawanan Korut demi Senjata
Badan intelijen Korea Selatan menduga Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap pemindahan dua tawanan perang Korea Utara (Korut) ke Seoul untuk meningkatkan dukungan publik terhadap pemberian senjata kepada Ukraina.
Dugaan tersebut disampaikan anggota parlemen Korea Selatan Yoo Yeong-ha pada Rabu (30/9/2026), dengan mengutip penilaian badan intelijen Seoul.
Menurut Yoo, Zelensky kemungkinan memutuskan untuk mengungkapkan pemindahan kedua tawanan tersebut dengan harapan mendapat dukungan dari masyarakat Korea Selatan.
“Harapannya hal itu dapat menghasilkan dukungan publik di Seoul untuk menyediakan senjata dan bentuk bantuan lainnya kepada Ukraina,” ujar Yoo, dikutip dari Euronews.
Baca Juga: Irak Tetapkan Hari Kedaulatan setelah Pasukan AS Pergi
Pemindahan Tawanan Disebut Harus Dirahasiakan
Yoo mengatakan tidak ada kesepakatan langsung antara pemimpin Korea Selatan dan Ukraina untuk merahasiakan pemindahan kedua tawanan perang tersebut.
Namun, pejabat diplomatik dari kedua negara disebut telah menyepakati kerahasiaan selama proses komunikasi mengenai pemindahan mereka.
“Sejak awal diskusi, pihak Ukraina secara proaktif meminta kerahasiaan yang ketat, dengan alasan kekhawatiran tentang potensi dampak pada pertukaran tahanan di masa depan (dengan Rusia),” jelas Yoo.
Anggota parlemen lainnya, Youn Kun-young, mengatakan kedua tawanan perang tersebut tiba di Korea Selatan dari Ukraina pada pertengahan September.
“Mereka secara umum dalam keadaan sehat, tanpa masalah kesehatan serius,” kata Youn.
“Kesediaan keduanya untuk datang ke Korea Selatan telah dikonfirmasi beberapa kali,” sambungnya dengan mengutip badan intelijen Seoul.
Persoalan tersebut mencuat setelah Zelensky mengungkap keberadaan kedua tawanan itu dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pekan lalu.
Zelensky mengatakan Ukraina telah mengirim dua tentara Korea Utara ke Korea Selatan setelah sebelumnya menangkap mereka saat bertempur bersama pasukan Rusia.
Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyatakan kekecewaannya.
Seoul menilai kerahasiaan informasi tersebut penting untuk melindungi keluarga kedua tawanan dari kemungkinan dampak di Korea Utara.
Pada Senin (28/9/2026), Kementerian Luar Negeri Korea Selatan memanggil perwakilan Ukraina untuk menyampaikan “keprihatinan serius” terkait pengungkapan pemindahan tersebut.
“Karena masalah ini menyangkut keselamatan pribadi individu yang terlibat dan keluarga mereka,” kedua belah pihak, Seoul dan Kyiv, telah sepakat untuk menanganinya secara rahasia, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Baca Juga: Netanyahu Siapkan Kasus ICC terhadap Erdogan tentang Kurdi
Dua Tentara Korut Ditangkap di Ukraina
Ukraina menangkap dua tentara Korea Utara pada awal 2025 di antara pasukan Pyongyang yang dikerahkan untuk bertempur bersama Rusia.
Salah satu tawanan sebelumnya mengatakan kepada media Korea Selatan bahwa dirinya direkrut menjadi tentara pada usia 17 tahun dan bertugas di unit pengintaian.
Seorang anggota parlemen Korea Selatan juga sebelumnya mengatakan kedua tentara tersebut ingin menjalani “kehidupan normal” di Korea Selatan.
Perselisihan mengenai pengungkapan pemindahan mereka kini berpotensi memengaruhi hubungan Kyiv dan Seoul, termasuk permintaan Ukraina terkait pasokan persenjataan.
Korea Selatan sejauh ini belum memberikan senjata mematikan kepada Ukraina dengan alasan adanya aturan domestik yang membatasi pemberian bantuan militer kepada negara yang sedang berperang.
Namun, Seoul disebut telah mempertimbangkan permintaan terkait senjata pertahanan, terutama setelah Korea Utara mengerahkan pasukan untuk membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina.

[…] Korsel Curiga Zelensky Ungkap Tawanan Korut demi Senjata […]