China Ancam Balas jika UE Batasi Produk dan Bisnisnya
China memperingatkan Uni Eropa (UE) akan memberikan respons tegas jika blok tersebut menerapkan pembatasan terhadap perusahaan atau produk asal China.
Peringatan tersebut disampaikan menjelang pembicaraan tingkat tinggi China dan UE yang dijadwalkan berlangsung di Beijing.
Kementerian Perdagangan China menilai penerapan pembatasan saat kedua pihak masih melakukan pembicaraan perdagangan dapat mengganggu hubungan dan proses negosiasi.
“China akan merespons dengan tegas… Tindakan seperti itu, sementara China dan UE terlibat dalam pembicaraan perdagangan, akan sangat merusak rasa saling percaya dan mengganggu negosiasi,” kata Kementerian Perdagangan China.
Baca Juga: Jaringan Kereta Cepat China Tembus 50.400 Km
China dan UE telah menjalani pembahasan perdagangan yang alot dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait defisit perdagangan dan akses pasar.
Komisi Eropa sebelumnya menetapkan target agar pembicaraan menghasilkan perkembangan konkret pada Oktober, termasuk terkait ketidakseimbangan perdagangan dan akses pasar.
UE Pertimbangkan Instrumen Perdagangan Mirip AS
Ancaman China tersebut muncul setelah muncul laporan mengenai rencana sejumlah negara UE untuk mendorong Komisi Eropa mengembangkan instrumen perdagangan yang menyerupai Section 301 Amerika Serikat.
Menurut laporan yang dikutip sumber, Jerman dan Perancis sedang mendorong dokumen bersama yang meminta UE mempercepat pengembangan instrumen tersebut untuk menghadapi praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.
Analis Rhodium Group Noah Barkin menyebut instrumen itu dapat memberikan kemampuan kepada Brussel untuk mengambil tindakan terhadap China dalam waktu singkat.
Kementerian Perdagangan China menyebut instrumen yang diberitakan tersebut sebagai langkah proteksionis dan unilateral yang berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan China-UE.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Dikabarkan Akan Diganti Usai Perang Iran
Jika UE menerapkan pembatasan yang dianggap diskriminatif terhadap perusahaan atau produk China, Beijing menyatakan akan mengambil langkah untuk melindungi kepentingan industrinya.
Hubungan dagang China dan UE memiliki nilai besar, dengan China tercatat sebagai pemasok terbesar UE pada kuartal II 2026 dan menyumbang 21,9 persen dari seluruh impor barang non-UE.
Pada 2025, UE mengimpor barang dari China senilai 559,4 miliar euro dan mengekspor 199,6 miliar euro, sehingga mencatat defisit perdagangan barang sebesar 359,8 miliar euro.
