Houthi Klaim Serang Aramco di Riyadh dengan Rudal
Kelompok Houthi Yaman sebut telah melancarkan serangan terhadap fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, di Riyadh menggunakan rudal balistik dan drone pada Sabtu (3/10/2026).
Kobaran api dan asap dilaporkan terlihat membubung dari fasilitas Aramco di bagian selatan Riyadh pada Sabtu sore. Houthi menyebut serangan tersebut sebagai respons atas serangan yang sebelumnya menyasar ibu kota Yaman, Sanaa.
“Operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya,” dengan menyebabkan kebakaran di lokasi yang menjadi sasaran, kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan yang disiarkan televisi, dikutip dari AFP.
Baca Juga : Trump Ubah Sebutan AI Jadi Super Intelligence
Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kobaran api di fasilitas Aramco di selatan Riyadh. Ambulans dan kendaraan kepolisian juga terlihat berada di sekitar lokasi.
Saluran televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi turut melaporkan serangan rudal terhadap jaringan telekomunikasi di Saada pada Sabtu pagi.
Saree mengatakan Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya telah menjadi sasaran 60 serangan udara dalam 24 jam terakhir. Menurut dia, jumlah keseluruhan serangan telah mencapai 1.420 kali dan mengaitkan serangan tersebut dengan Arab Saudi.
Yahya memperingatkan Houthi akan memberikan respons terhadap langkah yang mereka anggap sebagai blokade. “Blokade dengan blokade dan eskalasi dengan eskalasi,” ujarnya.
Koalisi Pimpinan Saudi Bantah Klaim Houthi
Di sisi lain, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman, Turki al-Maliki, membantah klaim Houthi mengenai serangan terhadap Riyadh pada Sabtu.
Dalam pernyataan yang disiarkan media Saudi, al-Maliki menyebut klaim tersebut menyesatkan.
“Houthi berusaha untuk mengalihkan perhatian dari besarnya kerugian yang mereka alami, serta meningkatnya kemarahan publik atas perilaku milisi dan hubungan mereka dengan agenda asing yang telah membawa kekacauan dan kehancuran ke Yaman,” ujarnya.
Baca Juga : Proyek Data Center BDX Jatiluhur Dihentikan, Rosan Temui Pemprov Jabar
Arab Saudi telah memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi pasukan Houthi sejak Maret 2015.
Pada Juli lalu, Houthi mengumumkan pemberlakuan blokade laut terhadap Arab Saudi. Kelompok tersebut menyatakan langkah itu merupakan respons terhadap pengepungan melalui jalur laut dan udara yang dilakukan Saudi terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.
Sejak pengumuman tersebut, Houthi mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan yang menyasar infrastruktur energi di Arab Saudi.
