WHO Pantau Kontak Peneliti yang Meninggal di Rusia
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau orang-orang yang melakukan kontak dengan pekerja laboratorium di sebuah institut penelitian pes di Siberia, Rusia, yang meninggal dengan penyebab belum diketahui.
WHO menyebut seluruh orang yang diketahui melakukan kontak dengan pekerja tersebut telah diidentifikasi oleh otoritas Rusia.
Sejauh ini, tidak ada satu pun kontak yang menunjukkan gejala penyakit.
“Seluruh kontak pasien dilaporkan telah diidentifikasi dan sedang dipantau untuk mengetahui adanya penyakit. Hingga saat ini, tidak ada yang menunjukkan gejala penyakit,” kata juru bicara WHO Christian Lindmeier, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (6/10/2026).
Otoritas Rusia masih menyelidiki kemungkinan pekerja laboratorium tersebut meninggal akibat pes pneumonik.
Namun, penyebab kematiannya belum dikonfirmasi secara resmi.
Baca Juga: Hilirisasi Sumbang 30 Persen Investasi Indonesia, Ini Rinciannya
WHO Masih Tunggu Informasi dari Rusia
Lindmeier mengatakan WHO telah meminta informasi kepada pemerintah Rusia terkait kasus tersebut.
Namun, hingga Selasa, otoritas Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan WHO.
WHO tetap mengikuti perkembangan penyelidikan, termasuk kemungkinan bahwa pes pneumonik menjadi penyebab kematian pekerja tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian internasional setelah seorang pekerja di institut penelitian pes Rusia meninggal dengan penyebab yang belum dapat dipastikan.
Sebelumnya, pemerintah daerah Irkutsk menyatakan perempuan tersebut didiagnosis mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.
Otoritas kesehatan Rusia juga mengatakan belum menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaannya dalam sampel biologis korban.
Dengan demikian, dugaan bahwa kematiannya berkaitan dengan pes pneumonik masih dalam tahap penyelidikan.
Baca Juga: Bos Aramco: Cadangan Minyak Dunia Kini Sangat Mengkhawatirkan
Rusia Sambut Tawaran Bantuan Trump
Dalam perkembangan terpisah, Kremlin menyatakan Rusia menyambut tawaran bantuan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kematian pekerja laboratorium tersebut.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia mengapresiasi tawaran bantuan dari pemerintah AS.
Dilaporkan Reuters dari Moskwa pada Selasa, Peskov mengatakan penanganan kasus tersebut berada di bawah kewenangan badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor.
Lembaga tersebut akan memberikan informasi tambahan apabila terdapat perkembangan baru.
Menurut Peskov, Rospotrebnadzor juga terus memantau situasi setelah kematian pekerja laboratorium tersebut.
Trump sebelumnya mengatakan Amerika Serikat siap membantu Rusia menangani persoalan tersebut.
Pemerintah AS juga menyatakan sedang mengikuti kasus itu dengan cermat di tengah kekhawatiran mengenai kemungkinan pes pneumonik.
Pernyataan terbaru WHO menunjukkan belum ada tanda penyakit pada orang-orang yang diketahui melakukan kontak dengan pekerja laboratorium yang meninggal.
Informasi tersebut menjadi perhatian karena pes pneumonik merupakan salah satu bentuk penyakit pes yang dapat menular dari manusia ke manusia.
Meski demikian, WHO belum menyatakan bahwa pekerja tersebut memang terinfeksi pes pneumonik.
Penyebab kematiannya masih belum dipastikan, sementara otoritas Rusia melanjutkan penyelidikan.
WHO juga masih menunggu informasi resmi dari Rusia untuk memverifikasi hasil pemeriksaan dan perkembangan kasus tersebut.
