New York Tetapkan Darurat, Wabah Campak Meningkat
Gubernur New York, Kathy Hochul, menetapkan status darurat bencana di seluruh negara bagian pada Senin waktu setempat. Kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya kasus campak di sejumlah wilayah.
Penetapan ini menjadi status darurat pertama yang dikeluarkan negara bagian AS sejak kasus campak mulai melonjak pada 2025. New York juga memperluas daftar tenaga kesehatan yang diperbolehkan memberikan vaksin campak, gondongan, dan rubela (MMR) seiring penyebaran kasus di komunitas pedesaan.
“Tidak seorang pun seharusnya jatuh sakit parah atau meninggal akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin,” ujar Hochul dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga : Oposisi Australia Usulkan Pemangkasan Visa Sementara
New York mencatat 108 kasus campak sepanjang 2026 hingga 3 Oktober. Dari jumlah tersebut, 92 kasus dilaporkan sejak 15 Juli di komunitas pedesaan yang memiliki tingkat imunisasi rendah dan tersebar di 18 wilayah (county).
Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kasus campak tahunan di negara bagian tersebut. Sebanyak tujuh kasus tercatat di New York City, sementara 101 kasus lainnya terjadi di wilayah lain.
Sejak 15 Juli, otoritas kesehatan New York telah memberikan lebih dari 1.000 dosis vaksin MMR di berbagai wilayah pedesaan.
Wabah campak juga menyebar di negara bagian tetangga, Pennsylvania. Hingga 2 Oktober, negara bagian tersebut melaporkan 977 kasus dan lima kematian. Sebagian besar kasus ditemukan di wilayah pedesaan yang berbatasan dengan New York.
Pejabat kesehatan Pennsylvania pada Senin menyatakan jumlah kasus telah menembus lebih dari 1.000. Angka tersebut menjadikan wabah saat ini sebagai yang terbesar di Pennsylvania dalam lebih dari 30 tahun.
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebut AS sedang menghadapi tahun terburuk untuk kasus campak sejak 1991. Hampir 3.900 kasus telah dilaporkan secara nasional.
Baca Juga : Rusia Kirimkan Ratusan Ton Emas ke Hongkong, China Jadi Tujuan
Perintah status darurat di New York memberikan sejumlah kewenangan tambahan kepada tenaga kesehatan. Perawat terdaftar diperbolehkan meminta pemeriksaan medis terhadap pasien yang diduga menderita campak.
Apoteker juga diperbolehkan memberikan vaksin MMR kepada anak-anak mulai usia dua tahun. Selain itu, seluruh vaksinasi MMR wajib dilaporkan ke sistem registrasi imunisasi negara bagian atau New York City dalam waktu 72 jam.
Aturan tersebut juga menghapus persyaratan persetujuan orang dewasa untuk pelaporan vaksinasi. Namun, pemberian vaksin tetap harus mendapatkan persetujuan dari pasien atau wali sah.
Status darurat tersebut mulai berlaku pada Senin dan dijadwalkan berlangsung hingga 4 November.
