Oposisi Australia Usul Pangkas 650 Ribu Visa Sementara
Koalisi oposisi Liberal-Nasional Australia mengusulkan kebijakan pengetatan imigrasi dengan memangkas jumlah visa sementara dan visa kemanusiaan secara signifikan. Langkah tersebut disebut bertujuan mengurangi arus migrasi sekaligus mengarahkan kebijakan imigrasi untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja terampil.
Koalisi menyebut rencana tersebut sebagai “pemangkasan imigrasi terbesar” dalam sejarah Australia. Jika diterapkan, jumlah visa sementara akan dikurangi hingga 650.000 selama empat tahun.
Selain itu, migrasi bersih dari luar negeri ditargetkan turun menjadi 100.000 orang per tahun pada dua tahun pertama. Angka tersebut setara sekitar sepertiga dari tingkat migrasi saat ini.
Baca Juga : Hilirisasi Sumbang 30% dalam Investasi Indonesia
“Apa yang kami usulkan hari ini adalah pemangkasan imigrasi terbesar dalam sejarah negara ini,” ujar Pemimpin Oposisi Australia Angus Taylor dalam konferensi pers pada Selasa (6/10/2026).
“Langkah ini akan mengutamakan Australia dan kepentingan nasional kita,” lanjutnya.
Taylor menjelaskan target migrasi bersih akan dibatasi pada 100.000 orang pada tahun pertama dan kedua. Setelah itu, angka tersebut akan dinaikkan menjadi 160.000 pada tahun keempat.
Menurut Taylor, pengurangan jumlah pendatang diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap sejumlah fasilitas dan kebutuhan masyarakat, termasuk jalan raya, sekolah, infrastruktur, serta perumahan.
Usulan tersebut disampaikan ketika sentimen anti-imigrasi di Australia disebut semakin menguat. Kondisi itu berlangsung di tengah persoalan biaya hidup yang tinggi dan keterbatasan pasokan perumahan.
Koalisi Liberal-Nasional juga menghadapi persaingan dari partai sayap kanan One Nation yang membawa platform anti-imigrasi. Sejumlah survei terbaru bahkan menunjukkan elektabilitas One Nation telah melampaui Koalisi.
Sebelumnya, One Nation berjanji memangkas jumlah migrasi sementara sebanyak 750.000 dalam kurun tiga tahun.
Sementara dalam proposal Koalisi Liberal-Nasional, kuota visa kemanusiaan akan dikurangi setengah menjadi 10.000. Pendaftaran mahasiswa internasional juga dibatasi hingga 240.000 orang.
Koalisi juga berencana menghapus program visa lulusan sementara Australia. Program tersebut selama ini memungkinkan mahasiswa internasional untuk tetap tinggal, belajar, dan bekerja di Australia setelah menyelesaikan pendidikan.
Di sisi lain, oposisi berencana menambah kuota visa sementara bagi pekerja terampil sebanyak 100.000. Mereka juga ingin mempercepat penyelesaian antrean permohonan visa bagi pekerja di sektor konstruksi.
“Di bawah pemerintahan Partai Buruh, kami juga melihat adanya pergeseran dari migrasi tenaga kerja terampil menuju migrasi massal. Kami akan membalikkan pergeseran tersebut,” kata Taylor.
Proposal yang diajukan Koalisi Liberal-Nasional tercatat lebih ketat dibandingkan kebijakan yang sebelumnya disiapkan pemerintah Partai Buruh.
Baca Juga : 26 Negara Bagian AS Gugat Trump Terkait Standar Efisiensi BBM
Pada bulan lalu, pemerintah mengusulkan target migrasi bersih tahunan turun menjadi 225.000 orang pada 2028.
Arus migrasi Australia sendiri meningkat tajam setelah negara tersebut membuka kembali perbatasannya pada Februari 2022. Sebelumnya, Australia menerapkan pembatasan perjalanan selama hampir dua tahun akibat pandemi Covid-19.
Kenaikan tersebut terutama didorong oleh kedatangan mahasiswa internasional, wisatawan backpacker, dan pekerja sementara.
Namun, jumlah migrasi dalam dua tahun terakhir mulai mengalami penurunan. Migrasi bersih dari luar negeri tercatat sebesar 306.000 orang dalam periode satu tahun hingga 30 Juni 2025.
Pemilihan umum Australia berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 2028.

[…] Oposisi Australia Usul Pangkas 650 Ribu Visa Sementara […]