Iran Siapkan Balasan jika AS-Israel Kembali Menyerang
Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak kembali melancarkan serangan terhadap wilayahnya. Teheran menyatakan telah menyiapkan sejumlah target untuk menghadapi kemungkinan agresi baru, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi persenjataan dan peralatan pertahanan.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, mengatakan setiap serangan lanjutan akan dibalas dengan “respons tegas” yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar bagi pihak lawan.
Pernyataan tersebut disampaikan Talaei-Nik pada Selasa (6/10/2026), seperti dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan serangan terhadap Kuh-e Kolang atau Gunung Pickaxe, Talaei-Nik mengatakan angkatan bersenjata Iran telah menyiapkan sejumlah target yang dapat diserang apabila kembali menghadapi agresi.
Baca Juga : Rusia Kirim Emas ke Hongkong, China Jadi Tujuan
Menurutnya, Iran juga telah memperkuat persenjataan dengan teknologi rudal dan pesawat nirawak atau drone yang lebih canggih. Penguatan dilakukan pada sistem pertahanan udara serta kemampuan angkatan laut, darat, dan udara.
Talaei-Nik mengeklaim kapasitas produksi senjata, peralatan pertahanan, dan amunisi Iran kini telah meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari 2026.
“Produksi beberapa jenis senjata telah meningkat lebih dari tiga kali lipat,” kata Talaei-Nik, dikutip dari Anadolu Agency.
Ia menambahkan, Kementerian Pertahanan Iran bersama jaringan mitranya saat ini memiliki kemampuan untuk memproduksi lebih dari 1.000 jenis sistem, senjata, peralatan, dan amunisi.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran menyatakan kerja sama pertahanan dengan Rusia dan China tetap berjalan.
Talaei-Nik mengatakan hubungan pertahanan Iran dengan Moskwa dan Beijing tidak terhenti maupun mengalami penurunan akibat perkembangan terbaru. Menurutnya, kerja sama strategis dengan kedua negara terus berlangsung berdasarkan perjanjian yang telah disepakati.
Baca Juga : China dan Laos Kerja Sama Bangun Fasilitas Militer
Pertukaran di bidang politik dan pertahanan juga masih dilakukan. Talaei-Nik bahkan menyebut diplomasi pertahanan dan konsultasi Iran dengan Rusia serta China meningkat di sejumlah bidang. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk peningkatan kerja sama tersebut.
Pernyataan Iran disampaikan setelah perang antara AS-Israel dan Iran dimulai pada 28 Februari 2026. Dalam konflik tersebut, serangan menyasar fasilitas militer dan nuklir Iran serta sejumlah pejabat tinggi militernya.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel serta sejumlah target militer AS di kawasan tersebut.
