Trump Sebut Iran Bisa Hancurkan LA dan San Diego
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tuai kritik setelah menyebut Iran dapat “menghancurkan” Los Angeles dan San Diego dalam pidatonya di sebuah acara kampanye politik di Nebraska.
Pernyataan tersebut mendapat kecaman dari sejumlah pemimpin California, termasuk Gubernur Gavin Newsom, Wali Kota Los Angeles Karen Bass, dan Wali Kota San Diego Todd Gloria.
Gedung Putih membantah anggapan bahwa Trump mendorong Iran untuk menyerang kedua kota di California tersebut. Pemerintah AS menjelaskan bahwa Trump sedang menggambarkan ancaman yang menurutnya dapat dihadapi kota-kota di Amerika Serikat jika Iran memiliki senjata nuklir.
Kontroversi muncul ketika Trump membahas konflik dengan Iran dalam acara kampanye di Nebraska pada Senin (5/10/2026).
“Ini harga kecil yang harus dibayar untuk menjaga dunia tetap aman, menjaga negara kita tetap aman. Mereka bisa menghancurkan sebuah kota. Biarkan mereka menghancurkan Los Angeles, biarkan mereka menghancurkan San Diego,” kata Trump, dikutip dari BBC, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga : Saham SpaceX Melonjak 8%, Kekayaan Musk Tembus Ribuan Triliun
Sebagian peserta acara terdengar bersorak setelah Trump menyebut Los Angeles dan San Diego. Trump hingga kini belum memberikan tanggapan langsung terhadap kritik dari para pemimpin California.
Gavin Newsom Sebut Pernyataan Trump Berbahaya
Gubernur California Gavin Newsom mengecam pernyataan Trump dan menyebutnya “tidak masuk akal dan berbahaya”.
Newsom mengatakan ucapan tersebut bahkan dapat ditafsirkan pihak asing sebagai sebuah undangan untuk menyerang California. Ia kemudian memerintahkan California State Threat Assessment Center untuk memantau perkembangan situasi jika ada aktor asing yang menafsirkan pernyataan Trump dengan cara tersebut.
Lembaga tersebut bertugas mendeteksi sekaligus membantu mencegah berbagai ancaman keamanan di California.
Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, turut mengkritik pernyataan Trump. Menurut Bass, ucapan tersebut dapat dipandang sebagai ancaman sekaligus upaya mendorong serangan terhadap warga Amerika Serikat.
Sementara itu, Wali Kota San Diego Todd Gloria menegaskan bahwa kotanya tidak seharusnya dipandang sebagai kerugian yang dapat diterima sebagai konsekuensi sampingan sebuah konflik.
“San Diego bukan kerugian tambahan,” tulis Gloria melalui platform X.
Ia meminta Trump tidak melibatkan San Diego dalam apa yang disebutnya sebagai pembicaraan perang yang gegabah.
Gedung Putih Jelaskan Maksud Pernyataan Trump
Direktur Komunikasi Gedung Putih Stephen Cheung membantah interpretasi bahwa Trump benar-benar menyarankan Iran menyerang kota-kota di Amerika Serikat.
Melalui unggahan di X, Cheung mengatakan pemberitaan mengenai ucapan Trump tidak menggambarkan konteks sebenarnya.
“Dia jelas mengatakan bahwa kota-kota AS akan terancam apabila Iran yang memiliki senjata nuklir tidak dihentikan,” kata Cheung.
“Amerika lebih aman berkat Presiden. Iran tidak memiliki senjata nuklir, tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki angkatan udara, dan tidak memiliki uang,” tambahnya.
Akun resmi respons cepat Gedung Putih juga memberikan penjelasan serupa. Menurut akun tersebut, Trump sedang menyatakan bahwa Amerika Serikat berperang untuk mencegah Iran memperoleh kemampuan menyerang Los Angeles dan San Diego menggunakan senjata nuklir.
Pemerintahan Trump selama ini menyatakan bahwa upaya menghambat program nuklir Iran diperlukan demi menjaga keamanan nasional Amerika Serikat. Trump dan sejumlah pejabat pemerintahannya juga berpendapat bahwa berbagai konsekuensi akibat konflik tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah ancaman yang lebih besar.
Los Angeles dan San Diego Punya Fasilitas Militer Penting
Los Angeles dan San Diego tidak hanya merupakan dua kota besar di California, tetapi juga menjadi lokasi sejumlah fasilitas militer penting Amerika Serikat.
San Diego berada sekitar 27 kilometer dari perbatasan Meksiko dan merupakan kota terbesar kedelapan di Amerika Serikat. Kota tersebut menjadi lokasi Naval Base San Diego yang menjadi pangkalan bagi kapal-kapal Armada Pasifik Angkatan Laut AS.
Di kawasan tersebut juga terdapat Naval Amphibious Base Coronado, salah satu pusat pelatihan utama pasukan khusus Navy SEAL di Pantai Barat Amerika Serikat.
Marine Corps Base Camp Pendleton juga berada di wilayah San Diego. Sekitar 70.000 personel militer dan warga sipil bekerja di pangkalan tersebut.
Sementara itu, Los Angeles berada sekitar 193 kilometer di sebelah utara San Diego dan merupakan kota dengan populasi terbesar kedua di Amerika Serikat.
Wilayah Los Angeles menjadi lokasi markas Space Systems Command milik Angkatan Antariksa AS serta Los Angeles Air Force Base.
Trump dan Newsom Beberapa Kali Berselisih
Kontroversi terbaru tersebut menambah daftar perselisihan terbuka antara Trump dan Newsom. Keduanya sebelumnya beberapa kali berbeda pandangan terkait kebijakan pemerintah federal terhadap California.
Baca Juga : Jet Terlihat Satelit, China dan Laos Bangun Fasilitas Militer
Trump pernah menyebut Newsom tidak kompeten dan mengkritik penanganannya terhadap aksi protes yang menentang kebijakan imigrasi di Los Angeles, yang sebagian di antaranya berujung pada kekerasan.
Newsom saat itu menuduh Trump melakukan “penyalahgunaan kekuasaan secara terang-terangan” setelah personel militer dikerahkan untuk mengamankan gedung-gedung federal selama demonstrasi.
Hubungan politik keduanya kembali memanas setelah Trump mengolok-olok disleksia yang dialami Newsom pada awal 2026. Komentar tersebut kemudian mendapat kritik dari sejumlah organisasi yang bergerak dalam isu disleksia.
Newsom juga disebut sebagai salah satu tokoh Partai Demokrat yang berpotensi maju dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2028.
