Rusia Siap Salurkan Rp17,8 Triliun ke Iran di Tengah Sanksi AS
Rusia telah menyelesaikan persiapan untuk memberikan pinjaman sebesar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp17,8 triliun kepada Iran.
Dana tersebut siap ditransfer setelah pemerintah Iran menyerahkan rincian rekening bank yang diperlukan untuk proses pembayaran.
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan proses pembayaran sebenarnya telah rampung, tetapi transfer masih tertunda akibat perbedaan pendapat di antara sejumlah lembaga pemerintah Iran mengenai penggunaan dana tersebut.
Menurut Fars, pinjaman 1 miliar dollar AS itu merupakan tahap awal dari rencana pinjaman Rusia senilai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp356 triliun kepada Iran.
Rencana pinjaman tersebut pertama kali dilaporkan pada Juni 2026.
Baca Juga: Iran Siapkan Balasan jika Amerika Serikat-Israel Kembali Menyerang
Dana Pinjaman Rusia Jadi Rebutan Pemerintah Iran
Perbedaan kepentingan muncul terkait alokasi dana pinjaman tersebut.
Organisasi Perencanaan dan Anggaran Iran menginginkan dana digunakan untuk mengimpor kendaraan.
Sementara itu, Kementerian Perminyakan Iran mendorong penggunaan dana untuk membeli peralatan industri minyak.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian mengusulkan agar dana tersebut digunakan untuk mendatangkan barang-barang kebutuhan pokok.
Fars melaporkan belum ada keputusan final mengenai penggunaan dana tersebut.
Akibatnya, pemerintah Iran belum menyerahkan rincian rekening yang dibutuhkan agar Rusia dapat melakukan transfer.
Kerja sama tersebut berlangsung ketika Iran dan Rusia berupaya memperkuat hubungan ekonomi dan keuangan kedua negara.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan bilateral untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan yang dikendalikan negara-negara Barat.
Pada Juni lalu, Iran juga mengumumkan rencana membentuk bursa perdagangan rubel untuk memperkuat kerja sama perbankan dan moneter dengan Rusia.
Seorang anggota parlemen Iran saat itu mengatakan Moskow diperkirakan memberikan pinjaman senilai 20 miliar dollar AS dalam mata uang rubel dengan bunga tahunan 6 persen.
Baca Juga: Donald Trump Sebut Tak Jelas Siapa yang Memimpin Iran
Rusia Tetap Bantu Iran di Tengah Sanksi AS
Langkah Rusia tersebut dilakukan ketika Iran masih menghadapi tekanan sanksi dari Amerika Serikat.
Sanksi AS menyasar sejumlah sektor penting Iran, termasuk ekspor minyak, perbankan, dan akses terhadap sistem keuangan internasional.
Pada September 2026, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap VTB Bank Rusia karena hubungan perbankan koresponden dengan lembaga keuangan Iran yang telah dikenai sanksi.
Washington juga menargetkan jaringan keuangan yang dituduh membantu Teheran memindahkan dana dan menghindari sanksi AS.
Di tengah tekanan tersebut, rencana pemberian pinjaman Rusia menunjukkan upaya Moskow dan Teheran untuk mempertahankan serta memperluas hubungan ekonomi kedua negara.
Kerja sama keuangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya keduanya mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan yang didominasi negara-negara Barat.
