Pengertian dan Ciri Saham Blue Chip Murah yang Wajib Dikenal
Dalam dunia investasi, istilah saham blue chip sering menjadi bahan pembicaraan utama, baik oleh investor pemula maupun profesional.
Saham ini dikenal stabil, tahan terhadap gejolak ekonomi, dan mampu memberi keuntungan jangka panjang dengan risiko yang lebih rendah dibanding saham biasa.
Lantas, apa sebenarnya arti dari saham blue chip dan bagaimana cara mengenali versi “murahnya”?
Baca juga: Kenalan dengan Passive Income dan 10 Contohnya
Pengertian Saham Blue Chip
Secara sederhana, saham blue chip adalah saham milik perusahaan besar, mapan, dan memiliki reputasi yang sangat kuat dalam kinerja bisnisnya.
Istilah ini berasal dari permainan poker, di mana chip biru memiliki nilai tertinggi yang menggambarkan nilai dan keandalan yang tinggi pula di pasar saham.
Perusahaan yang masuk kategori blue chip umumnya memiliki:
- Kapitalisasi pasar besar
- Kinerja keuangan yang konsisten dan transparan
- Reputasi baik serta produk atau layanan yang dikenal luas oleh masyarakat
- Kemampuan bertahan dalam kondisi ekonomi sulit.
Di Indonesia, contoh saham blue chip antara lain BBCA (Bank Central Asia), TLKM (Telkom Indonesia), dan ASII (Astra International), perusahaan yang terbukti kuat dan memiliki nilai pasar tinggi.
Investasi di saham blue chip biasanya cocok untuk investor jangka panjang yang ingin portofolio stabil dengan potensi pertumbuhan moderat, tetapi berkelanjutan.
Ciri Saham Blue Chip Murah (Undervalued)
Banyak orang mengira bahwa saham blue chip selalu mahal, padahal tidak selalu begitu. Saham-saham besar bisa saja berada dalam kondisi undervalued. Artinya, harga pasarnya lebih rendah dari nilai sebenarnya.
Berikut beberapa tanda saham blue chip murah yang bisa dijadikan acuan sebelum membeli:
1. Rasio PER (Price to Earnings Ratio) Rendah
Saham dengan PER lebih rendah dari rata-rata sektor menandakan harga saat ini masih lebih murah dibanding potensi laba perusahaan.
2. PBV (Price to Book Value) di Bawah 1
Jika nilai PBV di bawah 1, artinya harga saham lebih rendah dari nilai aset bersih perusahaannya. Namun tetap perlu analisis agar tahu penyebabnya, misalnya apakah pasar belum menghargai, atau karena kinerja sedang melemah.
3. Pertumbuhan Stabil, Harga Tidak Melonjak
Beberapa blue chip memiliki kinerja stabil dan laba tumbuh, tetapi harga sahamnya tidak ikut naik signifikan. Kondisi ini bisa menjadi peluang beli menarik bagi investor jangka panjang.
4. Dividen Yield Tinggi dan Konsisten
Saham blue chip yang tetap rutin membagikan dividen tinggi di tengah harga yang relatif murah menunjukkan potensi keuntungan menarik sekaligus stabilitas keuangan perusahaan.
Saham blue chip yang sedang undervalued ini sering kali menjadi incaran banyak investor karena memberikan peluang membeli saham unggulan dengan harga diskon. Meski berlabel “murah”, bukan berarti sahamnya buruk. Justru, bisa jadi pasar sedang belum menyadari potensi besar perusahaan tersebut.Fenomena ini membuat blue chip undervalued menjadi salah satu aset paling dicari karena mampu memberikan capital gain (kenaikan harga saham) saat nilai pasar kembali pulih.
Maka, penting bagi investor untuk belajar analisis fundamental agar bisa membedakan mana saham yang benar-benar undervalued dan mana yang memang murah.
Baca juga: Pegawai Starbucks di AS Ancam Mogok Massal Jelang Liburan

[…] Pengertian dan Ciri Saham Blue Chip Murah yang Wajib Dikenal […]
[…] Pengertian dan Ciri Saham Blue Chip Murah yang Wajib Dikenal […]
[…] Baca Juga : Saham Blue Chip Murah yang Wajib Dikenal […]