Trump Minta Warga AS Tenang Meski Iran Panas: Santai, Semua Baik-baik Saja!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta warga negaranya tetap tenang meski ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat.
Trump meyakini situasi tersebut pada akhirnya akan berakhir baik dan menegaskan bahwa Iran masih memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Pesan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social setelah militer AS melancarkan serangan baru terhadap sejumlah fasilitas Iran.
“Iran benar-benar ingin membuat kesepakatan, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik bagi Amerika Serikat dan mereka yang bersama kita,” tulis Trump, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Israel dan Rusia Dimasukkan PBB ke Daftar Hitam Baru
Namun, Trump juga mengkritik lawan-lawan politiknya di dalam negeri yang dinilainya memperumit proses negosiasi.
“Apakah kaum ‘Dumocrats’ dan sejumlah anggota Partai Republik yang tampaknya tidak patriotik tidak mengerti bahwa pekerjaan saya dan proses negosiasi menjadi JAUH lebih sulit ketika para pengganggu politik terus-menerus berkicau negatif, mengatakan saya harus bergerak lebih cepat, lebih lambat, berperang, tidak berperang, atau apa pun itu,” ujar Trump.
Ia kemudian menutup pesannya dengan mengajak masyarakat Amerika untuk tidak panik.
“Duduk saja dan tenang, semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya. Selalu begitu!” katanya.
AS dan Iran Kembali Saling Serang
Sebelumnya, militer AS mengumumkan telah melakukan “serangan bela diri” terhadap lokasi radar dan pusat kendali drone Iran di Goruk dan Pulau Qeshm pada akhir pekan.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas penembakan jatuh drone MQ-1 milik AS yang disebut tengah beroperasi di wilayah perairan internasional.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengaku telah menargetkan pangkalan udara yang digunakan dalam operasi militer AS tersebut.
Di tengah eskalasi itu, Kuwait juga melaporkan berhasil mencegat serangan rudal dan drone yang dianggap bermusuhan.
Baca Juga: India Disebut Netanyahu Jadi Pendukung Terkuat Israel di Asia
Negosiasi Masih Temui Jalan Buntu
Serangan terbaru antara kedua negara terjadi ketika perundingan untuk mengakhiri konflik masih belum menghasilkan kesepakatan.
Program nuklir Iran, situasi di Lebanon, dan masa depan Selat Hormuz masih menjadi pokok perselisihan antara Washington dan Teheran.
Trump menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
“Satu-satunya jaminan yang harus saya miliki adalah bahwa tidak akan ada senjata nuklir. Mereka telah menyetujuinya, dan itu sangat menarik,” kata Trump dalam wawancara dengan menantunya, Lara Trump, yang dikutip AFP.
Di sisi lain, Iran menyatakan tidak akan menerima kesepakatan sebelum hak-hak rakyatnya dipenuhi.
“Kami tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun sampai kami yakin bahwa hak-hak rakyat Iran telah dijunjung tinggi,” kata negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
