Utusan AS Bertemu Putin Bahas Akhiri Perang Ukraina Usai Temui Zelensky
Utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff tiba di Saint Petersburg, Rusia, untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin guna membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina.
Kunjungan tersebut berlangsung setelah Witkoff mengadakan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Oslo, Norwegia, yang oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio disebut sebagai pertemuan yang “positif”.
Baca Juga: Topan Super Champi Ancam Taiwan, Ratusan Penerbangan Batal
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Washington meredakan ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Zelensky terkait perang Rusia-Ukraina.
Dilansir Euro News, setelah bertemu Witkoff pada Selasa (20/10/2026), Zelensky menyampaikan apresiasi kepada Washington karena kembali melanjutkan pertukaran informasi intelijen mengenai serangan Rusia.
“Kami bersyukur bahwa kerja sama intelijen ini berjalan,” ujar Zelensky kepada wartawan di Oslo.
Ia menekankan pentingnya informasi tersebut untuk melindungi warga Ukraina dari serangan rudal Rusia.
Peringatan dini itu, menurut Zelensky, “sangat, sangat penting bagi rakyat kami—bagi anak-anak, orang dewasa, dan warga sipil”, terutama ketika rudal balistik hendak menghantam wilayah Ukraina.
Hubungan Trump dan Zelensky Kembali Memanas
Pembicaraan Witkoff dengan Zelensky berlangsung setelah hubungan Kyiv dan Washington mengalami ketegangan selama beberapa hari terakhir.
Hubungan Trump dan Zelensky memang kerap mengalami pasang surut sejak presiden AS tersebut memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025.
Ketegangan semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah Trump menyepakati kesepakatan diesel dengan Putin dan mengkritik dampak serangan Ukraina terhadap sektor energi Rusia yang dinilai turut memengaruhi harga bahan bakar global.
Berbicara di Gedung Putih pada Selasa, Trump kembali mendesak Zelensky agar segera mencapai kesepakatan dengan Moskow.
Trump menyampaikan desakan tersebut ketika Rusia meningkatkan serangannya terhadap Ukraina menjelang musim dingin.
Baca Juga: Trump Klaim Perang Iran Bisa Berakhir, Selat Hormuz Diblokade
Di sisi lain, Zelensky menuding Washington menunda pengiriman rudal pencegat yang telah dibayar oleh negara-negara Eropa. Sejumlah pengiriman dilaporkan masih menunggu persetujuan dari pemerintah AS.
Meski demikian, dimulainya kembali pertukaran intelijen menjadi salah satu perkembangan dalam hubungan kedua negara di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.
Zelensky juga menegaskan bahwa Ukraina harus dilibatkan dalam setiap pembicaraan yang menentukan masa depan negaranya.
“Jika ada persoalan mengenai Ukraina, mengenai masa depan kami, hal itu hanya dapat diterima jika kami turut duduk di meja perundingan,” ujar Zelensky pada Selasa.
