Trump Klaim AS Lumpuhkan Iran, Rusia dan China Minim Peran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim negaranya telah melumpuhkan Iran dan terus mengalahkan negara tersebut dalam perang yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Trump juga menilai Rusia dan China tidak banyak berperan dalam konflik tersebut, meskipun kedua negara dinilai memiliki kemampuan untuk memberikan bantuan lebih besar kepada Teheran.
“Kami telah melumpuhkan Iran. Rusia hampir tidak memberikan kontribusi apa pun terkait Iran,” kata Trump pada Rabu, sebagaimana dikutip dari Fox News, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Trump Bantah Ada Negosiasi Lanjutan dengan Iran, Nuklir Jadi Hambatan
“Mereka sebenarnya bisa saja berbuat lebih banyak, tetapi saya tidak yakin mereka melakukan sesuatu yang berarti. Hal itu juga perlu dipertimbangkan,” ujarnya.
“Jadi, kami telah mengalahkan Iran. Kami terus mengalahkan Iran, sementara Rusia dan China, terus terang, tidak banyak berperan. Dan kami menghargai hal itu,” imbuh dia.
Trump Klaim Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir
Trump juga menyoroti upaya pemerintahannya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ia menyebut upaya tersebut sebagai salah satu pencapaian terbesar pemerintahannya.
“Menurut saya, ini adalah salah satu pencapaian terbesar. Ini adalah salah satu hal terbaik yang telah kami lakukan,” kata Trump.
“Kami telah mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ini adalah salah satu hal terbaik yang telah kami lakukan, dan dibutuhkan keberanian besar untuk mewujudkannya karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukannya,” ujarnya.
Baca Juga: Macron Sindir Trump dan Netanyahu soal Kerusuhan di Perancis
Trump bahkan mengeklaim Iran mungkin telah menggunakan senjata nuklir dalam skala besar jika AS tidak melakukan intervensi.
“Jika kami tidak melakukannya, Iran mungkin sudah menggunakan senjata nuklir dalam skala besar saat ini,” katanya.
Namun, Iran menolak klaim bahwa AS dan Israel telah mengalahkannya dalam perang yang dimulai pada akhir Februari 2026. Teheran menyatakan kemampuan militernya masih utuh dan membantah memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir.
Iran menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan sipil. Negara itu juga menyatakan pengayaan uranium merupakan haknya yang tidak dapat diganggu gugat.
