Instalasi Trump di Balik Jeruji Besi Jadi Tontonan Warga Teheran
Sebuah instalasi seni yang menggambarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berada di balik jeruji besi menarik perhatian warga Teheran, Iran.
Instalasi berbentuk sel penjara berukuran asli itu dipasang menggantung beberapa lantai di atas permukaan tanah di Alun-alun Tajrish, kawasan elite di Teheran bagian utara.
Di dalam sel tersebut, seorang aktor mengenakan setelan jas gelap, dasi merah, dan topeng prostetik yang menyerupai wajah Trump.
Aktor itu terlihat mondar-mandir di dalam penjara dan sesekali mencengkeram jeruji besi, seolah-olah benar-benar sedang menjalani hukuman.
Baca Juga: Gunakan Bahasa Jawa, Parlemen Malaysia Minta Prabowo Atasi Karhutla
Dilansir AFP, Selasa (22/10/2026), instalasi tiga dimensi (3D) tersebut membuat sejumlah warga yang melintas berhenti untuk menyaksikan dan berswafoto.
Sebagian warga melontarkan ejekan, sementara yang lain menyampaikan ancaman kepada sosok Trump dalam instalasi tersebut.
Seorang pejalan kaki bahkan melontarkan candaan kepada aktor yang berperan sebagai Trump.
“Jangan khawatir, kami akan membayar uang jaminanmu dan mengeluarkanmu dari sana!” ujarnya.
Namun, tidak semua warga menanggapi instalasi itu dengan candaan. Seorang remaja terlihat meluapkan kemarahannya dengan berteriak, “Trump, kali ini kami akan membunuhmu!”
Bagian dari Propaganda Anti-Amerika Iran
Instalasi penjara Trump merupakan bagian dari kampanye propaganda anti-Amerika yang digelar Pemerintah Kota Teheran.
Pemerintah kota menyatakan, kampanye tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat mengenai tuntutan Iran untuk mendapatkan keadilan.
Di dekat instalasi itu, sebuah layar turut dipasang untuk menampilkan pesan-pesan yang mengecam dugaan kejahatan perang yang dilakukan AS.
Propaganda anti-Amerika bukan hal baru di Iran. Berbagai bentuk kampanye serupa telah lama menghiasi jalan-jalan ibu kota negara tersebut.
Namun, sejak perang yang dipicu serangan AS dan Israel pada Februari 2026, pemerintah Iran semakin menggencarkan kampanye tersebut. Sejumlah karya seni yang dibuat dalam rangka propaganda bahkan sempat viral.
Baca Juga: Danantara Targetkan Investasi Rp 270 Triliun untuk Indonesia di NAF 2026
Pemerintah Iran sebelumnya menuduh Trump sebagai penjahat perang dan menyerukan pembalasan atas serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.
Teheran juga menuding Washington sengaja menjadikan lokasi sipil sebagai sasaran serangan selama konflik berlangsung.
Sejumlah lokasi yang disebut menjadi sasaran antara lain sebuah sekolah dan acara pernikahan, dengan puluhan perempuan serta anak-anak dilaporkan tewas. Tuduhan tersebut turut menjadi pesan utama dalam kampanye propaganda terbaru di Teheran.
Sementara itu, media yang dekat dengan otoritas Iran menyebutkan bahwa instalasi penjara Trump dirancang untuk beroperasi selama 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu.
Dengan demikian, warga dapat menyaksikan sosok Trump di balik jeruji besi tersebut, baik pada siang maupun malam hari.
