Hubungan China-Inggris Memanas Usai Kritik Starmer
Hubungan antara China dan Inggris kembali memanas setelah Beijing menuding Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, melontarkan “tuduhan tanpa dasar” terhadap Negeri Tirai Bambu.
Respons tegas China muncul sehari setelah Starmer menyatakan bahwa Inggris tetap akan menjalin hubungan dengan Beijing, namun menegaskan bahwa China merupakan ancaman nyata terhadap keamanan nasional. Menanggapi pernyataan itu, Kedutaan Besar China di London menyampaikan keberatan keras dan menilai Inggris telah membuat tuduhan tidak berdasar serta ikut campur dalam urusan internal China.
Dikutip dari CNA pada Rabu (3/12/2025), perwakilan kedutaan China mengungkapkan, pembangunan China tidak mengancam negara mana pun. Pernyataan yang disebutkan itu keliru.
Baca Juga : OJK Diminta Purbaya Bereskan Saham Gorengan
Starmer sebelumnya mengungkapkan beberapa kekhawatiran Inggris, termasuk terkait pembatasan kebebasan di Hong Kong, yang pernah menjadi wilayah kolonial Inggris sebelum kembali ke China pada 1997. Terkait hal tersebut, China menegaskan bahwa Hong Kong merupakan urusan dalam negerinya.
Pihak kedutaan China menegaskan, Inggris tidak memiliki hak maupun posisi untuk menyampaikan pernyataan yang tidak berdasar atau mencampuri urusan internal pihak China.
Pada pidatonya hari Senin, Starmer juga menekankan bahwa kebijakan Inggris terhadap China tidak lagi akan berubah-ubah, dan menyerukan pendekatan yang lebih stabil dan serius, serta menyebut kegagalan menjalin hubungan dengan China sebagai bentuk kelalaian.
Starmer menegaskan, suatu negara dapat bekerja sama dan berdagang dengan negara lain sembari menjaga keamanannya sendiri.
Starmer menambahkan bahwa Inggris akan tetap berinteraksi dengan China dalam berbagai isu seperti perdagangan, proliferasi nuklir, kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, dan lainnya. Namun, juga berkomitmen memperkuat kemampuan lembaga keamanan untuk menghadapi ancaman yang menurutnya berasal dari Beijing.
Isu Spionase & Kekhawatiran Keamanan
Ketegangan meningkat setelah badan intelijen Inggris, MI5, pada November memperingatkan bahwa agen China yang menyamar sebagai perekrut daring telah menargetkan anggota parlemen. Hal ini terjadi tidak lama setelah jaksa Inggris membatalkan kasus sensitif yang melibatkan dua pria, salah satunya mantan peneliti parlemen, yang dituduh menjadi mata-mata untuk China, tuduhan ini yang dibantah oleh Beijing.
Baca Juga : Banyak Pekerjaan Terancam Punah akibat AI, Ini Daftarnya
Kekhawatiran lainnya muncul terkait rencana pembangunan gedung kedutaan besar China yang baru di London, yang dinilai menimbulkan isu keamanan dan hak asasi manusia. Pemerintah Inggris dijadwalkan mengambil keputusan mengenai izin pembangunannya pada 10 Desember.
Meski Inggris berusaha memperbaiki hubungan dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut, relasi kedua negara masih dibayangi isu spionase dan sengketa atas masa depan Hong Kong. Starmer sendiri menjadi pemimpin Inggris pertama dalam lebih dari enam tahun yang bertemu Presiden China Xi Jinping pada November 2024.

[…] Hubungan China-Inggris Memanas Usai Kritik Starmer […]
[…] Hubungan China-Inggris Memanas Usai Kritik Starmer […]
[…] Baca Juga: Hubungan China-Inggris Memanas Usai Kritik Starmer – Economix […]