Trump Nilai Eropa Lemah dan Membusuk, Tuduh Ukraina Tak Demokratis
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memanaskan hubungan dengan para sekutu Eropa setelah melontarkan kritik keras dengan menyebut benua tersebut “membusuk” dan “lemah”. Pernyataan itu ia kaitkan dengan kebijakan migrasi Eropa serta sikap mereka terhadap perang Ukraina.
Dalam wawancara bersama Politico yang dipublikasikan Selasa (9/12/2025), Trump menyebut kebijakan migrasi Eropa sebagai “bencana”.
Ia juga menilai para pemimpin di kawasan itu terlalu berupaya terlihat benar secara politis, yang menurutnya justru membuat mereka tampak “lemah”.
“Sebagian besar negara Eropa, mereka sedang membusuk,” ujarnya dikutip Rabu (12/10/2025).
Baca Juga: Trump Lapor ke Xi Jinping, Kenapa AS Ubah Aturan Chip? – Economix
Ia bahkan menyebut ada “beberapa orang yang benar-benar bodoh” di antara para pemimpin Eropa.
Trump juga melontarkan kritik tajam kepada Inggris, Prancis, Jerman, Polandia, dan Swedia, yang menurutnya telah “dihancurkan oleh migrasi”. Ia bahkan kembali menyerang Wali Kota London, Sadiq Khan, dengan menyebutnya sebagai sosok yang “mengerikan, kejam, dan menjijikkan”.
Pernyataan keras Trump ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Eropa setelah AS merilis strategi keamanan nasional terbarunya pekan lalu. Dokumen itu menyerukan “perlawanan terhadap migrasi” dan memperingatkan ancaman “penghapusan peradaban”. Menteri Prancis, Alice Rufo, menilai strategi tersebut sebagai “klarifikasi yang sangat brutal atas posisi ideologis Amerika Serikat”.
Trump juga menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk tetap menggelar pemilu, meskipun Ukraina masih berada dalam situasi invasi Rusia. “Ini sudah berada pada titik di mana ini bukan lagi demokrasi,” ujar Trump, yang menuding pemerintah Kyiv menggunakan perang sebagai alasan untuk menunda pemungutan suara.
Seharusnya pemilu Ukraina berlangsung pada Maret 2024, namun ditunda karena darurat militer sejak Rusia melakukan invasi pada 2022. Sekitar 20% wilayah Ukraina pun masih diduduki. Trump kembali mengklaim bahwa Zelensky belum membaca rencana perdamaian versi AS. “Akan lebih baik jika dia membacanya. Banyak orang yang sekarat,” kata Trump.
Zelensky menanggapi dengan menyatakan bahwa ia “siap untuk pemilu” jika situasi keamanan memungkinkan. Ia juga menyebut bahwa Ukraina akan segera mengirimkan pembaruan atas rencana perdamaian versi negara itu kepada pihak AS.
Meski para pemimpin Eropa terus berupaya mendekati Trump sejak ia kembali menjabat pada Januari, Trump tetap menuding Eropa tidak memberikan kontribusi yang cukup untuk pertahanan. “Mereka hanya berbicara tanpa menghasilkan apa-apa. Dan perang terus berlanjut,” tutupnya.
Baca Juga: Trump Soroti Rencana Netflix Beli Warner Bros Senilai Rp 1.200 Triliun – Economix

sikomedian pasti gelisah