Trump Wajibkan Wisatawan Tunjukkan Media Sosial 5 Tahun
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberlakukan kebijakan baru yang mewajibkan wisatawan asing untuk mengungkapkan riwayat aktivitas media sosial mereka selama lima tahun terakhir sebelum memasuki wilayah AS.
Kebijakan ini akan diterapkan kepada warga dari 42 negara yang selama ini mendapat fasilitas bebas visa masuk ke AS. Negara-negara tersebut mencakup sekutu lama Amerika Serikat, seperti Inggris, Prancis, Australia, Jerman, dan Jepang.
Baca Juga : Perguruan Tinggi Terbaik Versi LinkedIn, Ini Daftarnya!
Mengacu pada laporan The Guardian, Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) dalam pengumuman yang dirilis Selasa menyatakan bahwa, pengunjung juga diwajibkan menyerahkan nomor telepon yang digunakan dalam lima tahun terakhir serta alamat email hingga 10 tahun ke belakang.
Selain itu, CBP akan mengumpulkan data biometrik berupa pemindaian wajah, sidik jari, DNA, dan iris mata. Informasi pribadi anggota keluarga, termasuk anak-anak, seperti nama, alamat, tanggal lahir, dan tempat lahir juga akan diminta.
CBP menjelaskan bahwa perubahan pada formulir Sistem Elektronik untuk Otorisasi Perjalanan (ESTA) ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perintah eksekutif yang ditandatangani Donald Trump pada hari pertama masa jabatan keduanya.
Perintah tersebut menekankan pembatasan masuknya warga asing guna memastikan mereka tidak memiliki sikap yang dianggap bermusuhan terhadap warga negara AS, budaya, pemerintahan, lembaga, maupun nilai-nilai dasar negara tersebut.
Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak pada sektor pariwisata, termasuk potensi penurunan kunjungan wisatawan yang berencana menonton Piala Dunia tahun depan, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. FIFA sebelumnya memproyeksikan sekitar lima juta penonton akan hadir langsung di stadion, dengan jutaan pengunjung tambahan menyebar di tiga negara tuan rumah.
Sejak dimulainya masa jabatan kedua Trump, angka kunjungan wisatawan asing ke AS dilaporkan mengalami penurunan signifikan, seiring kebijakan pengetatan terhadap imigrasi yang terus didorong pemerintah.
Otoritas pariwisata California memperkirakan kunjungan wisatawan mancanegara ke negara bagian tersebut akan turun sekitar 9 persen tahun ini. Sementara itu, kawasan Hollywood Boulevard di Los Angeles mencatat penurunan jumlah pejalan kaki hingga 50 persen selama musim panas. Kota Las Vegas juga terdampak cukup besar, diperparah oleh meningkatnya penggunaan aplikasi perjudian daring.
Tekanan terhadap pariwisata asing juga dilakukan melalui kebijakan lain, seperti pengenaan biaya tambahan sebesar US$100 per hari bagi wisatawan mancanegara yang mengunjungi taman nasional, termasuk Grand Canyon dan Yosemite, di luar tarif masuk reguler. Selain itu, taman nasional tidak lagi memberikan akses gratis pada Hari Martin Luther King Jr., sementara akses gratis justru diberikan bagi warga AS pada hari ulang tahun Donald Trump.
Baca Juga : Alasan Banyak Perempuan Indonesia memilih Career Break

[…] Trump Wajibkan Wisatawan Tunjukkan Media Sosial 5 Tahun […]