Trump Ungkap Dua Nama Calon Ketua The Fed, Siapkan Perubahan Arah Suku Bunga
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan dua nama calon kuat untuk memimpin Federal Reserve (The Fed) pada masa mendatang. Dalam pernyataannya, Sabtu (13/12/2025), Trump menyebut Kevin Hassett, Kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, dan Kevin Warsh, mantan Gubernur The Fed, sebagai kandidat teratas.
Donald Trump menyebutkan bahwa Kevin Warsh, mantan Gubernur The Fed, kini masuk dalam daftar kandidat calon ketua bank sentral AS tersebut. Trump menyatakan bahwa Warsh menjadi pesaing utama bagi Kevin Hassett, Kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, yang sebelumnya dianggap sebagai kandidat terkuat untuk posisi itu.
“Saya pikir dua Kevin itu hebat. Saya pikir ada beberapa orang lain yang juga hebat,” katanya dikutip Senin (15/12/2025).
Sebelumnya, Trump telah mengisyaratkan telah menentukan pilihannya, bahkan menyatakan pada Senin lalu bahwa ia memiliki gambaran yang jelas mengenai sosok yang akan dinominasikan.
Namun, pernyataan terbarunya menunjukkan bahwa proses seleksi masih berjalan. Trump diketahui bertemu dengan Kevin Warsh pada Rabu (11/12/2025), meski belum jelas apakah akan ada wawancara dengan kandidat lain.
Dalam pertemuan dengan Warsh, Trump menyebut bahwa Warsh menyampaikan pandangan bahwa biaya pinjaman seharusnya lebih rendah. Di Ruang Oval, Trump kemudian menegaskan bahwa ketua The Fed berikutnya seharusnya berkonsultasi dengannya terkait kebijakan suku bunga, langkah yang berpotensi mengganggu independensi bank sentral AS.
“Saya sangat sukses, dan saya pikir peran saya setidaknya adalah memberikan rekomendasi, mereka tidak harus mengikuti apa yang saya katakan,” ucap Trump.
Keputusan akhir diharapkan akan diambil dalam beberapa minggu ke depan. CEO JPMorgan Chase & Co., Jamie Dimon, turut memberikan penilaian dalam acara tertutup JPMorgan bagi para CEO manajer aset di New York pada Kamis (12/12/2025).
Menurut Financial Times, Dimon menilai Hassett lebih mungkin memangkas suku bunga dalam waktu dekat, tetapi ia juga menyatakan sependapat dengan pandangan Warsh. Barron’s mengutip pernyataannya yang menyebut Warsh akan “menjadi ketua yang hebat.”
Baca Juga: Trump Wajibkan Wisatawan Tunjukkan Media Sosial 5 Tahun – Economix
Dalam masa jabatan keduanya, Trump semakin menegaskan keinginannya untuk mempengaruhi bank sentral, dengan rutin menyampaikan kekecewaan terhadap The Fed yang dinilai kurang agresif dalam menurunkan suku bunga.
Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, ia kembali menyerukan penurunan suku bunga secara agresif hingga ke level “1 persen atau bahkan lebih rendah.”
Pada Rabu (11/12/2025), The Fed telah memangkas suku bunga acuan ke kisaran 3,5%–3,75%, yang merupakan pemangkasan ketiga berturut-turut. Namun, keputusan ini masih menuai perbedaan pandangan di internal bank sentral, dengan tiga pejabat menentang dan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang belum sepenuhnya sepakat mengenai langkah selanjutnya.
