Amerika Serikat dan Sekutu Eropa Siapkan Pasukan Multinasional untuk Jaminan Keamanan Ukraina
Negara-negara Eropa menyatakan kesiapan untuk memimpin pembentukan “pasukan multinasional” di Ukraina. Proposal ini merupakan bagian dari inisiatif Amerika Serikat yang didukung Gedung Putih untuk mendorong tercapainya perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina, sekaligus membentuk paket jaminan keamanan baru bagi Kyiv.
Dalam sebuah pernyataan bersama, para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, serta delapan negara Eropa lainnya merinci bahwa pasukan dari “koalisi negara-negara yang bersedia” ini dengan dukungan AS yang akan bertugas membantu pemulihan kekuatan militer Ukraina, mengamankan wilayah udara, serta mendukung keamanan maritim, termasuk melalui operasi di dalam wilayah Ukraina.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa pembicaraan intensif telah dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, para pemimpin Eropa, NATO, dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca Juga: AS Tetapkan Kartel Kolombia Clan del Golfo Sebagai Organisasi Teroris – Economix
“Kami telah melakukan banyak percakapan dengan Presiden Putin dari Rusia, dan saya pikir kami sekarang lebih dekat daripada sebelumnya,” ujar Trump dikutip The Guardian, Rabu (17/12/2025).
Trump menyatakan bahwa pihaknya kini “lebih dekat daripada sebelumnya” menuju sebuah kesepakatan.
Namun, Trump juga mengisyaratkan bahwa Ukraina kemungkinan harus mengakui kehilangan sebagian wilayah Donbas timur sebagai imbalan atas jaminan keamanan yang ditawarkan, dengan berkomentar, “Yah, mereka sudah kehilangan wilayah itu, jujur saja.”
Sikap ini ditolak oleh Presiden Zelensky, yang meski mengakui adanya kemajuan dalam dialog, menegaskan bahwa perbedaan posisi mengenai wilayah tersebut masih ada.
Berdasarkan proposal AS-Eropa, paket jaminan keamanan yang dirancang akan mencakup:
1. Dukungan Barat untuk mempertahankan kekuatan militer Ukraina hingga 800.000 personel.
2. Mekanisme pemantauan dan verifikasi gencatan senjata yang akan dipimpin oleh AS.
3. Komitmen secara hukum dari negara-negara Eropa untuk mengambil langkah pemulihan keamanan jika terjadi serangan di masa depan.
4. Dukungan Eropa untuk aksesi Ukraina ke Uni Eropa.
Dua pejabat AS yang mengetahui detail negosiasi menyebut paket ini memberikan jaminan keamanan “seperti Pasal Lima NATO”, yang merupakan komitmen pertahanan kolektif aliansi tersebut. Salah satu pejabat menggambarkannya sebagai “serangkaian protokol keamanan paling kuat” yang pernah mereka lihat.
Baca Juga: Gelombang PHK Melanda Amerika Serikat, Perusahaan Apa Saja? – Economix
“Ini adalah serangkaian protokol keamanan paling kuat yang pernah mereka lihat. Ini paket yang sangat, sangat kuat,” kata seorang pejabat AS.
Meski proposal tersebut dinilai berpotensi menjadi terobosan, AS menegaskan bahwa mereka tidak akan mengirim pasukan darat ke Ukraina. Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai proses saat ini sebagai titik terdekat menuju perdamaian sejak invasi Rusia pada 2022, dengan menyebut tawaran AS dalam hal jaminan hukum dan material sebagai “benar-benar signifikan.”
Beberapa isu krusial masih menjadi ganjalan, yaitu status wilayah pendudukan, pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, serta pembagian kendali ekonomi.
Pejabat AS memperkirakan sekitar 90% perselisihan teknis telah disepakati, namun soal kedaulatan tetap menjadi poin paling sensitif.
Di sisi lain, Rusia melalui juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan keinginannya untuk mendapat penjelasan lanjutan dari AS mengenai hasil pembicaraan, sambil menyebut isu NATO sebagai faktor utama konflik.
Para pemimpin Eropa menilai bahwa hasil dari negosiasi ini akan menentukan arsitektur keamanan Eropa untuk beberapa dekade ke depan.

[…] Baca Juga: Amerika Serikat dan Sekutu Eropa Siapkan Pasukan Multinasional untuk Jaminan Keamanan Ukraina – Ec… […]
[…] Baca Juga: Amerika Serikat dan Sekutu Eropa Siapkan Pasukan Multinasional untuk Jaminan Keamanan Ukraina – Ec… […]