Ambisi Trump Caplok Greenland Picu Perang Diplomatik dengan Denmark
Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Denmark meningkat tajam setelah Presiden Donald Trump secara resmi menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai Utusan Khusus AS untuk Greenland.
Penunjukan tersebut memicu reaksi keras dari Denmark dan otoritas Greenland karena misi utama Landry disebut untuk membawa wilayah otonom Denmark itu ke dalam kedaulatan Amerika Serikat.
Pemerintah Denmark dan Greenland secara tegas menolak ambisi tersebut. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen bersama Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa kedaulatan negara tidak dapat diganggu gugat dan berlandaskan hukum internasional.
Mereka kembali menekankan bahwa pencaplokan wilayah negara lain tidak dapat dibenarkan.
Baca Juga: Prabowo dan Trump Akan Tandatangani Perjanjian Dagang RI-AS Januari 2026 – Economix
Greenland, pulau terbesar di dunia yang kaya sumber daya mineral dan berada di kawasan strategis Arktik, telah lama menjadi perhatian Trump dengan alasan keamanan nasional AS.
Presiden AS sebelumnya bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mewujudkan ambisinya atas wilayah tersebut.
Melalui media sosialnya, Trump memuji penunjukan Jeff Landry dan menyebut gubernur Louisiana itu memahami pentingnya Greenland bagi keamanan nasional Amerika Serikat.
Trump juga menilai Landry akan memajukan kepentingan AS demi keselamatan dan keberlangsungan sekutu-sekutu Amerika, bahkan dunia.
“Jeff memahami betapa pentingnya Greenland bagi Keamanan Nasional kita, dan akan memajukan kepentingan negara kita demi keselamatan dan kelangsungan hidup sekutu kita, dan bahkan dunia,” tulis Trump, dikutip pada Selasa (23/12/2025).
Landry, yang pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Louisiana, menyambut penugasan tersebut dengan antusias.
Ia menyebut penunjukan itu sebagai sebuah kehormatan dan menyatakan kesiapannya membantu Presiden Trump mewujudkan tujuan menjadikan Greenland sebagai bagian dari Amerika Serikat.
Langkah Washington tersebut memicu gelombang kecaman internasional. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menyatakan akan memanggil Duta Besar AS untuk Denmark, Ken Howery, guna meminta penjelasan resmi.
Baca Juga: Pemerintah AS Terancam Bayar Ganti Rugi Rp2.800 Triliun Atas Kebijakan Tarif Trump – Economix
Rasmussen menyampaikan kekecewaan mendalam atas penunjukan utusan khusus itu dan menyebut pernyataan Landry sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima.
Dukungan terhadap Denmark dan Greenland datang dari Uni Eropa. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa António Costa menyatakan solidaritas penuh, sekaligus menegaskan bahwa integritas teritorial merupakan prinsip fundamental dalam hukum internasional.
Negara-negara Nordik seperti Swedia dan Norwegia juga menyatakan dukungan penuh kepada Denmark serta mengecam langkah AS sebagai tindakan yang merusak kedaulatan negara.
Meski sebagian besar dari sekitar 57.000 penduduk Greenland menginginkan kemerdekaan dari Denmark, hasil jajak pendapat pada Januari lalu menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki keinginan untuk menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Anggota parlemen Denmark asal Greenland, Aaja Chemnitz, menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada penunjukan utusan AS, melainkan mandat yang diberikan kepadanya untuk mengambil alih Greenland, sesuatu yang menurutnya tidak dikehendaki oleh masyarakat setempat.
Secara geopolitik, Greenland memiliki posisi strategis sebagai rute terpendek lintasan rudal antara Rusia dan Amerika Serikat. Di tengah meningkatnya persaingan AS, China, dan Rusia di kawasan Arktik, wilayah ini menjadi aset strategis yang diperebutkan.
Bahkan, laporan intelijen pertahanan Denmark pada awal Desember 2025 telah memperingatkan bahwa AS mulai menggunakan kekuatan ekonominya untuk memaksakan kehendak serta mengancam penggunaan kekuatan militer, baik terhadap sekutu maupun lawan.
Baca Juga: Trump Tegaskan Tidak Perlu Persetujuan Kongres untuk Serangan ke Venezuela – Economix

[…] Baca Juga: Ambisi Trump Caplok Greenland Picu Perang Diplomatik dengan Denmark […]