RI Klaim Swasembada, Petani Minta Ekspor Beras Ditunda
Rencana pemerintah untuk membuka keran ekspor beras mendapat respons dari kalangan petani. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Petani Indonesia (DPP-SPI), Henry Saragih, menilai ekspor pada prinsipnya dapat dilakukan, namun pemerintah diminta tidak tergesa-gesa karena Indonesia baru saja memasuki fase swasembada beras.
Henry menyebut, capaian produksi beras yang melebihi kebutuhan nasional baru terjadi pada 2025. Pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesia masih sangat bergantung pada impor beras dalam jumlah besar. Karena itu, ia mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam mengambil kebijakan ekspor.
Baca Juga : Dirjen Pajak Ungkap Coretax sebagai Tulang Punggung Utama Negara
Menurut Henry, langkah ekspor sebaiknya tidak dilakukan secara gegabah mengingat Indonesia baru saja mencatatkan impor beras dalam jumlah signifikan pada periode 2023–2024, yang bahkan termasuk salah satu yang terbesar sepanjang sejarah. Kondisi tersebut, menunjukkan bahwa ketahanan produksi domestik masih perlu diperkuat.
Ia juga menyoroti faktor di balik meningkatnya produksi beras pada 2025. Henry menilai surplus produksi tahun lalu lebih banyak dipengaruhi oleh bertambahnya luas lahan sawah, serta kondisi cuaca yang relatif mendukung, bukan karena peningkatan produktivitas berbasis teknologi pertanian.
Selain itu, Henry mengingatkan adanya potensi risiko penurunan produksi pada 2026. Ia menilai ketidakpastian iklim dan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah dapat berdampak terhadap hasil panen ke depan.
Dengan mempertimbangkan berbagai risiko tersebut, Henry menilai prioritas pemerintah seharusnya difokuskan pada penguatan cadangan pangan nasional. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak mengulangi pola lama, yakni mengekspor beras pada satu periode, lalu kembali melakukan impor pada tahun berikutnya.
Henry menilai capaian swasembada pada 2025 masih terlalu dini untuk langsung diikuti kebijakan ekspor. Menurutnya, ekspor idealnya dilakukan jika produksi gabah secara konsisten mampu melampaui kebutuhan nasional selama beberapa tahun berturut-turut.
Ia berharap pemerintah lebih memprioritaskan upaya menjaga keberlanjutan swasembada pangan, termasuk memastikan produksi beras yang stabil, meningkatkan sistem penyimpanan, serta memperkuat stok gabah nasional sebelum membuka keran ekspor.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia berpeluang mengekspor beras pada tahun ini. Keyakinan tersebut disampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto, dengan catatan penyerapan beras oleh Perum Bulog berjalan optimal dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga : Purbaya Wacanakan Tarif Cukai, Buntut Maraknya Rokok Ilegal
Amran menyebutkan bahwa pihaknya tidak meminta perlakuan khusus dalam proses penyerapan beras tahun ini. Ia berharap kinerja Bulog tetap konsisten seperti tahun sebelumnya, terutama dalam tiga bulan ke depan, sehingga peluang ekspor beras dapat terwujud dan menjadi catatan sejarah bagi Indonesia.

[…] RI Klaim Swasembada, Petani Minta Ekspor Beras Ditunda […]
[…] RI Klaim Swasembada, Petani Minta Ekspor Beras Ditunda […]
[…] RI Klaim Swasembada, Petani Minta Ekspor Beras Ditunda […]