Kepulauan Chagos Dilepas Inggris, Trump Katakan Bodoh
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sampaikan kritik keras terhadap pemerintah Inggris terkait keputusan pengalihan kedaulatan Kepulauan Chagos di Samudra Hindia kepada Mauritius.
Menurut Trump, kebijakan tersebut berpotensi mengancam kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat dan mencerminkan kekeliruan strategis yang serius dari pihak Inggris.
Melalui pernyataan yang disampaikan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menilai bahwa penyerahan wilayah yang memiliki nilai strategis tinggi tersebut, merupakan “KEBODOHAN BESAR”.
Ia menekankan bahwa keputusan itu dapat merugikan kepentingan pertahanan Amerika Serikat, dan dijadikannya sebagai salah satu alasan yang memperkuat pandangannya mengenai pentingnya penguasaan wilayah strategis lain, seperti Greenland, demi keamanan nasional.
Baca Juga : Prabowo Klaim MBG Akan Segera Kalahkan McDonald’s
Pernyataan ini menunjukkan perubahan sikap Trump, mengingat sebelumnya ia sempat menyatakan dukungan terhadap kesepakatan antara Inggris dan Mauritius terkait pengalihan Kepulauan Chagos. Dalam kesepakatan tersebut, Inggris secara resmi mengembalikan kedaulatan kepulauan itu kepada Mauritius sebagai bekas wilayah koloninya, namun tetap mempertahankan keberadaan pangkalan militer gabungan Amerika Serikat–Inggris di Diego Garcia melalui mekanisme sewa jangka panjang.
Pangkalan militer Diego Garcia selama ini memiliki peran yang sangat penting bagi operasi pertahanan Amerika Serikat dan Inggris, terutama dalam mendukung kepentingan strategis di kawasan Samudra Hindia dan Timur Tengah.
Menanggapi kritik Trump, pemerintah Inggris menegaskan bahwa perjanjian dengan Mauritius justru dirancang untuk menjamin keberlanjutan operasional pangkalan tersebut dalam jangka panjang. Pihak Downing Street menyatakan bahwa kesepakatan ini dilengkapi dengan perlindungan yang kuat guna memastikan kemampuan strategis pangkalan tetap terjaga serta terhindar dari potensi ancaman pihak musuh.
Sikap pemerintah Inggris juga sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, yang sebelumnya menyampaikan bahwa Washington menyambut baik kesepakatan tersebut. Menurutnya, pemerintahan Trump menilai perjanjian ini dapat memberikan kepastian bagi kelangsungan dan stabilitas operasi fasilitas militer gabungan Amerika Serikat–Inggris di Diego Garcia dalam jangka panjang.
Secara historis, Inggris mempertahankan kendali atas Kepulauan Chagos sejak Mauritius memperoleh kemerdekaan pada dekade 1960-an. Namun, proses tersebut diwarnai dengan pengusiran ribuan penduduk asli Chagos dari wilayah tempat tinggal mereka. Masyarakat yang terdampak kemudian mengajukan berbagai gugatan hukum di pengadilan Inggris selama bertahun-tahun, menuntut ganti rugi serta pengakuan atas hak mereka atas tanah leluhur.
Baca Juga : Prabowo Sebut Danantara Terbuka untuk Talenta Global!
Sengketa Kepulauan Chagos juga menarik perhatian komunitas internasional. Pada tahun 2019, Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) mengeluarkan rekomendasi agar Inggris mengakhiri penguasaannya dan mengembalikan kepulauan tersebut kepada Mauritius sebagai upaya penyelesaian konflik hukum yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

[…] Kepulauan Chagos Dilepas Inggris, Trump Katakan Bodoh […]
[…] Kepulauan Chagos Dilepas Inggris, Trump Katakan Bodoh […]