Timteng Memanas, Iran Serang Bahrain hingga Kuwait
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke sejumlah provinsi di Iran bagian selatan pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu (10/6/2026) dini hari waktu Indonesia.
Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang dilaporkan menembakkan rentetan rudal ke sejumlah negara Arab yang menjadi lokasi fasilitas serta pangkalan militer AS.
Mengutip laporan AFP, serangan dan aktivitas militer terpantau terjadi di Bahrain, Yordania, hingga Kuwait. Diketahui, pangkalan militer AS tersebar di delapan negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Irak, dan Suriah.
Baca Juga: Israel-AS Mulai Tertekan, Iran Pamer Kekuatan
Di Bahrain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menyerang pangkalan militer AS sebagai respons atas serangan Washington ke wilayah Iran.
“Rezim AS yang gemar berperang menyerang beberapa titik di Jask, Sirik, dan Qeshm pagi ini dengan dalih palsu, merusak menara telekomunikasi di Sirik dan menghancurkan dua tangki air di kota itu,” kata IRGC dalam pernyataan yang dikutip media Iran.
“Sebagai tanggapan atas tindakan keji musuh, pesawat tempur angkatan laut IRGC melancarkan serangan drone terhadap Angkatan Laut ke-5 Bahrain pada pukul 02.30 (2300 GMT Selasa),” tambah pernyataan itu, sembari memperingatkan adanya “tanggapan yang lebih berat” jika serangan berlanjut.
Tak lama setelah itu, IRGC juga mengklaim telah melancarkan serangan ke empat target di pangkalan militer AS di Yordania. Mereka menyebut sejumlah fasilitas strategis menjadi sasaran, termasuk area pesawat tempur F-35 serta pusat komando dan kendali militer.
“Serangan tersebut dilakukan dengan rudal jarak jauh,” tambah IRGC.
Sementara itu, Kuwait melaporkan adanya serangan udara yang masuk ke wilayahnya, namun berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara setempat.
Tentara Kuwait menyatakan bahwa mereka telah mencegat target udara yang dianggap sebagai ancaman.
Baca Juga: Raksasa Teknologi China Dibidik AS, Ada Alibaba!
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya juga melancarkan serangan balasan yang disebut sebagai langkah pertahanan diri atas instruksi Presiden Donald Trump. Sejumlah laporan media menyebutkan terjadi ledakan di beberapa wilayah Iran, termasuk dekat Selat Hormuz.
“Enam ledakan terdengar di Qeshm, Selat Hormuz saat Trump membom Iran sebagai tanggapan proporsional,” lapor media Rusia RT.
Media lokal Iran juga melaporkan adanya ledakan di beberapa titik di provinsi Hormozgan, disertai dugaan aktivitas pesawat tempur Amerika Serikat di wilayah tersebut.
