Trump Klaim Israel dan Iran Sepakat Redakan Ketegangan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Israel dan Iran telah sepakat untuk saling menahan diri selama setidaknya sepekan setelah ketegangan yang terjadi di antara kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Menurut Trump, respons Israel terhadap serangan yang diterimanya sudah selesai sehingga kedua pihak kini memilih untuk tidak melanjutkan eskalasi.
“Dia (Netanyahu) diserang dan dia membalas, saya tidak bisa menyalahkannya untuk itu,” ungkap Trump, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: Netanyahu Ditelepon Trump, Israel Hentikan Serangan ke Iran
“Tapi dia dipukul, dia membalas, dan sekarang mereka sudah mengakhiri semuanya. Jadi mereka akan saling membiarkan satu sama lain selama seminggu lagi atau lebih,” lanjut dia.
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Hampir Rampung
Selain menyinggung hubungan Israel dan Iran, Trump juga mengklaim Amerika Serikat tengah berada pada tahap akhir negosiasi dengan Iran.
Ia mengatakan kesepakatan yang sedang dibahas bertujuan mencegah Iran memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.
“Kesepakatan yang sangat baik yang tidak akan mengizinkan senjata nuklir dan lain sebagainya, dalam bentuk apa pun,” ujar Trump.
Trump juga menyebut Selat Hormuz akan kembali terbuka dalam waktu dekat apabila kesepakatan tersebut ditandatangani.
“Selat (Hormuz) akan langsung terbuka. Akan terbuka segera setelah penandatanganan yang bisa dilakukan dalam dua atau tiga hari,” tambah dia.
Ia menegaskan AS kemungkinan tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran meskipun memiliki kemampuan untuk melakukannya.
Menurut Trump, tekanan ekonomi melalui blokade dinilai lebih efektif dibandingkan operasi militer.
“Jika kita melakukan pengeboman, Anda tahu banyak orang akan terbunuh. Siapa yang mau melakukan itu? Saya tidak mau dan kita akan memiliki dokumen yang ditandatangani yang sebenarnya lebih kuat daripada melakukan pengeboman,” jelas dia.
“Yang terbukti sangat ampuh adalah blokade. Blokade ternyata jauh lebih kuat daripada pengeboman dan itu benar-benar kombinasi antara serangan awal kita dan kemudian blokade, tetapi Anda tahu ekonomi mereka benar-benar menderita. Mereka akan membuat kesepakatan,” lanjutnya.
Baca Juga: Raksasa Teknologi China, Alibaba Dibidik Amerika Serikat!
Trump Sebelumnya Sesumbar Akan Menang atas Iran
Sebelumnya, Trump menyatakan Amerika Serikat akan meraih kemenangan total atas Iran dalam dua pekan ke depan.
Pernyataan itu disampaikan saat kampanye virtual untuk mendukung Senator Lindsey Graham, sekutu politiknya dari Partai Republik, pada Senin (8/6/2026).
Trump menyebut pihaknya berada di posisi unggul dalam perseteruan dengan Iran dan meyakini kemenangan akan segera diumumkan.
“Kami telah menjadi tim yang sangat tangguh, dan saya rasa kami sedang memenangkan pertempuran itu. Namun, kalian benar-benar akan memenangkannya dalam dua pekan ke depan ketika kami menyatakan kemenangan total,” ujar Trump, dikutip dari TRT World.
“Itu akan menjadi kemenangan total. Ini akan terjadi sangat segera, dan harga minyak akan turun drastis,” imbuh dia.
