Trump Serukan Pergantian Rezim di Iran, Sebut Opsi Terbaik
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa perubahan rezim akan menjadi hasil terbaik bagi Iran. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Teheran dalam negosiasi mengenai program nuklirnya, bersamaan dengan penguatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.
“Sepertinya itu akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi,” kata Trump kepada wartawan pada Jumat (13/2/2026) waktu setempat, setelah menghadiri acara di Fort Bragg, Carolina Utara.
Meski demikian, Trump menghindari pertanyaan mengenai siapa sosok yang ia inginkan untuk memimpin Iran apabila perubahan rezim benar-benar terjadi. Ia mengatakan tidak “ingin membicarakannya.”
Baca Juga: Apa itu Strategi “Indonesia Incorporated” yang Dibeberkan Prabowo?
AS dan Iran sebelumnya membuka kembali jalur negosiasi di Oman. Trump disebut menginginkan kesepakatan yang dapat mengekang ambisi nuklir Teheran, sekaligus mengancam akan menyerang Iran apabila tidak tercapai kesepakatan.
Di saat yang sama, Trump mengerahkan kapal perang dan jet tempur di dekat Iran. Langkah itu awalnya dikaitkan dengan respons terhadap penindakan mematikan terhadap aksi protes di Iran, namun kini fokus Washington diarahkan pada isu kemampuan nuklir negara tersebut.
Laporan Reuters menyebut delegasi Amerika yang mencakup Jared Kushner dan utusan khusus Steve Witkoff dijadwalkan bertemu diplomat Iran di Jenewa pada Selasa. Pada hari yang sama, pembicaraan terpisah yang dipimpin AS antara Ukraina dan Rusia juga dijadwalkan berlangsung di kota tersebut.
Kedatangan kelompok serang kapal induk AS di Timur Tengah dinilai memberi Trump opsi militer apabila diplomasi gagal. Ia juga mengisyaratkan bahwa kekuatan tambahan sedang dikerahkan.
“Kekuatan yang luar biasa telah tiba, dan kekuatan tambahan, seperti yang Anda ketahui, kapal induk lain akan segera berangkat, jadi kita akan melihatnya jika kita dapat menyelesaikannya sekali dan untuk selamanya, itu akan bagus,” kata Trump.
Baca Juga: Separuh Investasi Danantara Masuk Saham dan Obligasi
Tahun lalu, AS bersama Israel menyerang fasilitas nuklir Iran. Meski Trump saat itu mengklaim program nuklir Iran telah sepenuhnya dihancurkan, ia tetap menekan Teheran untuk mencapai kesepakatan baru dengan imbalan pencabutan sanksi.
Trump kembali menegaskan bahwa ia tidak menginginkan Iran melanjutkan aktivitas pengayaan uranium.
“Kami tidak menginginkan pengayaan uranium,” kata Trump menanggapi pertanyaan mengenai target negosiasi.
Pada Kamis (12/2/2026) sebelumnya, ia menyebut pembicaraan dengan Iran dapat berlangsung hingga satu bulan. Awal pekan ini, Trump juga bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mendorong agar negosiasi turut mencakup pengurangan pengaruh militer Iran di kawasan.
Trump mengatakan pembicaraannya dengan Netanyahu “sangat baik” dan menegaskan bahwa untuk saat ini pilihannya adalah melanjutkan jalur negosiasi.

[…] Trump Serukan Pergantian Rezim di Iran, Sebut Opsi Terbaik […]