Trump Minta Presiden Israel Ampuni Netanyahu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Presiden Israel Isaac Herzog terkait kasus hukum yang menjerat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Trump secara terbuka mendesak agar Herzog memberikan pengampunan atau grasi kepada Netanyahu yang tengah menghadapi tuduhan suap.
Berbicara di hadapan wartawan pada Kamis (12/2/2026) waktu setempat, Trump memuji Netanyahu sebagai pemimpin masa perang yang luar biasa. Namun, ia juga melontarkan kritik tajam kepada Herzog karena dinilai tidak menggunakan kewenangannya untuk memberikan pengampunan.
“Anda memiliki seorang presiden yang menolak memberinya pengampunan. Saya pikir pria itu harus malu pada dirinya sendiri,” kata Trump merujuk pada sosok Herzog.
Dia bahkan meminta rakyat Israel untuk ikut menekan presidennya agar memberikan grasi tersebut.
“Dia memalukan karena tidak memberikannya. Dia seharusnya memberikannya,” tegas dia.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Trump menjamu Netanyahu di Gedung Putih. Pertemuan tersebut merupakan yang ketujuh sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS tahun lalu.
Baca Juga: Trump Sebut Board of Peace Janjikan Rp84 T untuk Gaza
Kasus Hukum Netanyahu dan Desakan Grasi
Netanyahu telah lama menghadapi tuduhan menerima hadiah mewah sebagai bentuk suap. Ia juga diduga membuat kesepakatan dengan sejumlah media untuk memperoleh pemberitaan yang menguntungkan pemerintahannya.
Meski persidangan telah dimulai sejak 2020, proses hukum beberapa kali tertunda akibat situasi geopolitik, termasuk operasi militer Israel di Gaza. Pemerintah AS sebelumnya juga disebut pernah meminta Herzog mempertimbangkan penggunaan hak amnesti terhadap Netanyahu.
Di Israel, pemberian grasi memang menjadi kewenangan presiden, meskipun jabatan tersebut umumnya bersifat seremonial. Melalui pernyataan terbarunya, Trump dinilai semakin menegaskan pengaruhnya dalam dinamika politik domestik Israel.
Trump sebelumnya juga pernah menyuarakan permintaan serupa, termasuk saat berbicara di parlemen Israel, Knesset, pada Oktober lalu.
“Saya punya ide. Pak Presiden, mengapa Anda tidak memberinya pengampunan saja?” ujar Trump dalam pidatonya kala itu.
Ia bahkan terkesan meremehkan tuduhan suap yang menjerat Netanyahu.
“Cerutu dan sampanye, siapa yang peduli tentang hal itu?” tanya dia dengan nada menyindir.
Baca Juga: AS dan Iran Memasuki Babak Baru Diskusi Nuklir
Respons Herzog dan Tekanan Internasional
Menanggapi tekanan tersebut, Herzog sebelumnya menegaskan bahwa setiap permintaan grasi harus melalui prosedur hukum yang berlaku. Kantor kepresidenan Israel juga mengeluarkan pernyataan resmi.
“Presiden Herzog menghargai Presiden Trump atas kontribusinya yang signifikan bagi Negara Israel dan keamanannya. Namun, Israel adalah negara berdaulat yang diatur oleh supremasi hukum,” bunyi pernyataan resmi kepresidenan Israel sebagaimana dikutip dari surat kabar The Jerusalem Post.
Pihak kepresidenan menambahkan bahwa proses permohonan pengampunan masih dalam tahap peninjauan oleh Kementerian Kehakiman.
“Permintaan pengampunan Netanyahu saat ini sedang ditinjau di Kementerian Kehakiman untuk mendapatkan opini hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku,” jelas kantor Herzog.
Selain menghadapi kasus di dalam negeri, Netanyahu juga berada di bawah tekanan internasional. International Criminal Court (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya atas dugaan kejahatan perang di Gaza, termasuk penggunaan kelaparan sebagai senjata perang.
Sementara itu, Herzog yang berasal dari Partai Buruh dan sering dipandang lebih moderat dibanding Netanyahu, tetap menjadi pendukung keras operasi militer Israel di Gaza. Pada awal konflik, ia sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait tanggung jawab warga Palestina atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
“Ada seluruh bangsa di luar sana yang bertanggung jawab. Retorika tentang warga sipil yang tidak tahu atau tidak terlibat itu sama sekali tidak benar. Mereka seharusnya bisa bangkit. Mereka seharusnya bisa berjuang melawan rezim jahat itu,” kata dia kala itu.
Baca Juga: Prabowo Pamer Efisiensi Rp300 T di Depan Dubes dan Investor

[…] Baca Juga: Presiden Israel Diminta Trump Ampuni Netanyahu […]