Deal! Nego Prabowo-Trump: Tarif RI 19%, AS 0%
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipastikan akan menandatangani kesepakatan dagang timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada pekan ini.
Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia sepakat menghapus tarif bea masuk untuk sebagian besar produk asal AS. Sedangkan, AS menurunkan tarif terhadap produk Indonesia menjadi 19%.
Diketahui Presiden Prabowo berkunjung ke AS pada Senin (16/2/2026) didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dan rombongan terbatas. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah lebih dulu berada di AS untuk menyiapkan rangkaian agenda.\
Baca Juga : Utang Luar Negeri Indonesia Tembus ke Rp 7.217 T, Apa Dampaknya?
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa secara substansi pembahasan tarif telah selesai, termasuk proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting). Dalam skema yang disepakati, Indonesia akan membebaskan bea masuk untuk mayoritas produk AS.
“Sementara itu, AS menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%,” ujar Haryo dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (18/2/2026).
Selain penurunan tarif, AS juga memberikan pengecualian untuk sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia seperti minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao.
“Disampaikan Bapak Presiden rencananya akan hadir di AS pada tanggal 19. Di sekitar tanggal tersebut, rencananya akan dilaksanakan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART),” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.
Haryo menambahkan, agenda Presiden Prabowo selama di AS juga mencakup pertemuan bisnis dan investasi antara pelaku usaha Indonesia dan AS. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara penandatanganan ART antara Prabowo dan Trump.
Sebelum keberangkatan, Presiden Prabowo menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya Hambalang, Bogor, pada Minggu (15/02). Pertemuan itu dihadiri antara lain oleh Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.
Rapat tersebut digelar untuk menyelaraskan posisi kebijakan sekaligus mematangkan strategi negosiasi menjelang kunjungan ke AS.
Baca Juga : Dampak Blokade Minyak AS, Kuba Krisis BBM!
Dalam pertemuan di Hambalang, Presiden menegaskan pentingnya menjaga posisi Indonesia tetap kuat dan terukur dalam menghadapi agenda internasional, termasuk perundingan dengan AS.
Ia mengarahkan agar setiap kesepakatan harus mampu memperkuat industri nasional, meningkatkan produktivitas dalam negeri, serta memperbesar peran Indonesia dalam rantai pasok global (global supply chain). Pemerintah juga diminta memastikan posisi tawar Indonesia tetap solid dan tidak merugikan kepentingan nasional.
