Iran Sindir Operasi Militer AS “Epic Fury” Jadi “Epic Mistake”
Iran mengejek operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel terhadap negaranya. Sindiran tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui unggahan di media sosial X.
Dalam unggahan tersebut, Araghchi memelesetkan nama operasi militer Amerika Serikat yang disebut “Operasi Epic Fury” menjadi “Operasi Epic Mistake”.
“Operasi Epic Mistake,” tulis Araghchi dalam unggahannya, Rabu (11/3/2026).
Ia juga menyinggung dampak ekonomi yang muncul setelah konflik tersebut memanas, terutama terhadap harga energi global.
Baca Juga: Perusahaan Apa yang Diuntungkan di Balik Perang Iran?
“Pada hari kesembilan ‘Operasi Epic Mistake’, harga minyak telah berlipat ganda, dan semua barang dengan cepat menjadi lebih mahal,” tambah dia.
Araghchi juga menyinggung rencana serangan lanjutan yang menurutnya tengah dipersiapkan oleh Amerika Serikat terhadap fasilitas energi dan nuklir Iran.
“Kita tahu AS sedang merencanakan serangan terhadap fasilitas minyak dan nuklir kita, berharap untuk menahan guncangan inflasi yang sangat besar. Iran sepenuhnya siap. Dan kita juga memiliki banyak kejutan,” tulis Araghchi lagi.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran diketahui turut memicu gejolak pada pasar energi global.
Serangan militer tersebut berujung pada penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.
Kondisi ini menyebabkan harga bensin berjangka di Amerika Serikat melonjak ke level tertinggi sejak 2022.
Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dampak kenaikan harga energi terhadap biaya hidup masyarakat Amerika akan tetap terbatas.
Hal itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik menjelang pemilihan paruh waktu yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Baca Juga: Peringatan Keras Dikirim Iran ke AS-Israel, Dunia Bisa Terdampak
Operasi militer yang disebut “Operasi Epic Fury” sendiri merujuk pada serangan besar yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut berlangsung selama 36 jam dan menargetkan berbagai fasilitas strategis milik Iran.
Dalam operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas.
Serangan dimulai pada 28 Februari pukul 09.45 waktu Teheran dan menghantam lebih dari 1.000 target strategis hanya dalam 24 jam pertama.
Komando Pusat Amerika Serikat atau US Central Command (CENTCOM) menyebut operasi tersebut sebagai konsentrasi kekuatan udara terbesar Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sejak invasi Irak pada 2003.

[…] Iran Sindir Operasi Militer AS “Epic Fury” Jadi “Epic Mistake” […]