Jarang Terlihat, Mojtaba Khamenei Tiba-Tiba Kirim Pesan Apresiasi ke Negara Arab Ini
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan tertulis yang berisi apresiasi kepada rakyat Irak atas dukungan mereka di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pesan tersebut dirilis pada Minggu (29/3/2026) dan menyoroti dukungan otoritas keagamaan serta masyarakat Irak terhadap Iran di tengah meningkatnya eskalasi konflik kawasan.
Baca Juga: Kuwait Diserang Iran, Kilang Meledak dan SItuasi Memanas
Mojtaba Khamenei Apresiasi Dukungan Irak di Tengah Konflik
Dalam pernyataannya, Mojtaba menyampaikan terima kasih kepada otoritas keagamaan tertinggi Irak, termasuk Ali Sistani, atas sikap tegas mereka dalam mendukung Iran.
“Menyampaikan apresiasinya kepada otoritas keagamaan tertinggi (di Irak) dan rakyat Irak atas sikap tegas mereka menentang agresi terhadap Iran dan dukungan mereka untuk negara kita,” demikian dikutip dari kantor berita ISNA, yang dilansir dari AFP, Senin (30/3/2026).
Pesan tersebut muncul setelah pertemuan antara Dewan Tertinggi Islam Irak dan duta besar Iran untuk Baghdad, meski tidak dijelaskan secara rinci bagaimana mekanisme penyampaiannya.
Sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, Mojtaba belum pernah tampil langsung di hadapan publik dan hanya menyampaikan pesan melalui tulisan, termasuk dalam pidato Tahun Baru Persia atau Nowruz.
Kondisi ini memicu spekulasi terkait keberadaan dan kesehatannya, terutama setelah laporan bahwa ia mengalami luka dalam serangan udara pada awal konflik pada 28 Februari lalu, meski media pemerintah Iran menyebut ia tengah dalam proses pemulihan.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya tengah berkomunikasi dengan figur penting Iran dalam pembicaraan terbaru, namun menegaskan sosok tersebut bukan pemimpin tertinggi.
“Kami belum mendengar kabar dari putranya,” kata Trump. “Kami tidak tahu apakah dia masih hidup.”
Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei merupakan pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam Iran 1979, setelah Ruhollah Khomeini dan Ali Khamenei, serta dikenal memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).
Baca Juga: Akibat Perang AS-Iran, 10 Negara Naikkan Harga BBM
