Trump Ancam Bom Oman Jika Ganggu Perang dengan Iran
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan keras terkait konflik dengan Iran. Trump mengancam akan membombardir Oman apabila Washington menilai negara tersebut menghambat upayanya untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran.
Mengutip The Guardian, Senin (17/8/2026), ancaman tersebut disampaikan Trump ketika pemerintahannya masih berupaya mencari jalan keluar dari konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan.
“Jika Oman menghalangi, kami akan mengebom mereka habis-habisan,” tegas Trump dalam wawancara dengan Fox News.
Baca Juga : Netanyahu Sebut Inggris “Republik Islam Britania” Tuai Kecaman
Pernyataan tersebut menambah ketegangan di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang masih belum stabil.
Trump Soroti Perundingan Oman dan Iran soal Selat Hormuz
Ancaman Trump muncul ketika Oman dan Iran tengah melakukan pembicaraan mengenai masa depan Selat Hormuz.
Jalur pelayaran tersebut memiliki posisi strategis karena menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. Selat Hormuz juga menjadi salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.
Iran berada di sisi utara selat, sedangkan Oman terletak di bagian selatan. Kedekatan geografis kedua negara membuat Oman memiliki posisi penting dalam pembahasan mengenai keamanan dan pengelolaan jalur pelayaran tersebut.
Selat Hormuz sendiri ditutup oleh Teheran setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari 2026.
Perundingan antara Iran dan Oman kemudian menjadi perhatian Washington karena berkaitan dengan upaya membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
Trump Sebelumnya Ancam Kuasai Selat Hormuz
Pernyataan terbaru Trump juga muncul tidak lama setelah dirinya melontarkan ancaman lain terkait Selat Hormuz.
Baca Juga : Kurangi Ketergantungan Dolar, Afrika Gunakan Yuan China
Dalam pidatonya pada Jumat, Trump menyatakan kemungkinan untuk menjadikan wilayah perairan Selat Hormuz sebagai bagian dari teritori Amerika Serikat.
Retorika tersebut memperlihatkan semakin kerasnya sikap Washington dalam menghadapi kebuntuan terkait jalur pelayaran tersebut.
Di sisi lain, Trump selama beberapa bulan terakhir berulang kali menyatakan bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir. Ia juga beberapa kali menyampaikan optimisme mengenai tercapainya kesepakatan perdamaian.
Namun hingga kini, kesepakatan besar yang diharapkan Washington belum juga terwujud. Ketegangan mengenai Selat Hormuz justru kembali menjadi salah satu persoalan utama dalam upaya mengakhiri konflik.
