OJK Janji Emiten Baru Berkualitas Banjiri BEI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan jumlah emiten berkualitas di Bursa Efek Indonesia akan terus bertambah. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas pengumuman rebalancing MSCI periode Mei 2026 yang sempat memicu perhatian pelaku pasar.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan pihaknya bersama BEI terus menjangkau pelaku pasar, baik dari sisi investor maupun perusahaan yang berpotensi melantai di bursa.
Baca Juga : Purbaya Tanggapi Surat Protes Pengusaha China ke RI
“Nanti secara selektif kami akan memastikan akan semakin banyak emiten yang lebih berkualitas yang akan hadir, mengisi, dan tercatat di Bursa Efek Indonesia ke depannya,” tutur Hasan saat konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/5/2026).
OJK Pantau Reaksi Pasar usai Rebalancing MSCI
Hasan menegaskan OJK akan terus memonitor respons pasar terhadap keputusan MSCI yang baru diumumkan.
Menurutnya, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan hari ini masih tergolong normal. Ia menilai kondisi pasar tetap sehat karena tidak ada saham yang mengalami auto rejection bawah (ARB).
Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi, volume perdagangan, dan nilai transaksi juga dinilai masih berada dalam kondisi yang cukup baik.
“Secara rata-rata tidak ada perbedaan normal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jadi ini juga menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau reaksi satu arah berupa arus, katakanlah upaya menjual saham-saham tanpa diimbangi kekuatan pembelian,” ujar Hasan.
OJK Sebut Saham RI Kini Lebih Murah
Hasan juga menyoroti valuasi pasar saham Indonesia yang saat ini dinilai relatif murah dibandingkan negara-negara regional lainnya.
Ia mengatakan price to earning ratio (PER) IHSG kini sudah jauh lebih rendah dibanding posisi saat pasar mencapai all time high pada pertengahan Januari lalu.
“Kita sekarang sudah jauh di bawah posisi pada saat terjadi all time high di pertengahan Januari. Sekarang bahkan secara peer regional tingkat rata-rata PER saham-saham kita sudah ada di bawah PER rata-rata bursa-bursa lainnya,” terang Hasan.
Baca Juga : Menlu Singapura Singgung Dampak Selat Hormuz, Sanjung Selat Malaka
Menurutnya, PER IHSG saat ini berada di level 16 kali. Kondisi tersebut dinilai bisa menjadi peluang bagi investor untuk masuk secara selektif ke saham-saham dengan prospek kinerja yang baik.
OJK dan SRO Klaim Pasar Tetap Stabil
Lebih lanjut, Hasan memastikan OJK bersama seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus mengawasi perkembangan pasar modal Indonesia di tengah gejolak global dan regional.
“Kami di OJK bersama seluruh SRO akan terus monitor dan mencermati perkembangan di pasar untuk tetap memastikan pasar modal kita tetap stabil dan stabilitas pasar keseluruhan tetap terjaga,” ucapnya.
