Purbaya: Rupiah Rp 17.500 Tak Akan Seperti 98
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pengendalian nilai tukar rupiah merupakan kewenangan bank sentral, yakni Bank Indonesia, di tengah pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat.
Purbaya mengatakan pemerintah tetap akan membantu menjaga stabilitas nilai tukar meski otoritas utama berada di tangan BI.
Baca Juga: Megaproyek Ini Dibahas Prabowo Bareng AHY dan Danantara
“Ya itu tanya bank sentral ya mereka yg berwenang dan saya yakin mereka bisa kendalikan. Kita akan bantu sedikit-sedikit nanti,” kata Purbaya selepas seremoni penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi tekanan terhadap rupiah karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat.
Menurut dia, pemerintah memahami titik kelemahan ekonomi nasional maupun faktor yang menekan nilai tukar rupiah saat ini sehingga kondisi tersebut diyakini masih dapat dikendalikan.
“Kita tahu betul kelemahan di mana dan bisa kita betulin. Kita nggak akan sejelek seperti 98 lagi, nggak akan jelek malah. Kita akan cari langkah yang tepat, dengan pondasi ekonomi kuat ngga akan terlalu susah sepertinya,” tegasnya.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah berhasil kembali menguat terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp 17.460 per dolar AS atau menguat 0,17 persen.
Baca Juga: Purbaya Tanggapi Surat Protes Pengusaha China ke RI
Penguatan tersebut membalikkan arah pergerakan rupiah setelah pada awal perdagangan sempat melemah 0,06 persen hingga menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS.
