Bank Dunia Stop Pinjaman China Bertahap hingga 2031
Bank Dunia berencana menghentikan seluruh program pinjaman kepada China secara bertahap hingga 2031. Kebijakan tersebut tertuang dalam kerangka kerja kemitraan negara (Country Partnership Framework/CPF) terbaru. Informasi ini pertama kali diberitakan Financial Times dan kemudian dikonfirmasi AFP melalui seorang pejabat Bank Dunia.
Pejabat tersebut menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena China telah mencatat kemajuan pembangunan yang signifikan selama beberapa dekade terakhir.
“China telah membuat kemajuan pembangunan yang signifikan selama beberapa dekade terakhir, kemajuan yang telah didukung oleh Bank Dunia dan pihak lainnya,” ujar pejabat Bank Dunia tersebut, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga : DJP Perkirakan Pajak Pedagang Online Tembus Puluhan Triliun
“Kini kami mencapai fase baru dari hubungan kami, yang mencerminkan realitas tersebut,” lanjut pejabat yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, China dinilai semakin mandiri sehingga ketergantungannya terhadap pinjaman luar negeri terus berkurang. Karena itu, Bank Dunia mulai mengubah pola hubungan dengan Beijing.
“Peran Bank Dunia bergeser dari pemberi pinjaman menjadi mitra pengetahuan, sejalan dengan lintasan pembangunan China,” tambah pejabat tersebut.
Perubahan tersebut juga terlihat dari tren penyaluran pinjaman Bank Dunia ke China yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Nilai pinjaman yang sempat mencapai US$2,42 miliar pada 2017 kini turun menjadi sekitar US$750 juta pada 2025.
Di sisi lain, posisi China kini berubah menjadi salah satu penyumbang dana terbesar bagi negara-negara berkembang. Dalam putaran pendanaan terbaru Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA), Beijing menyumbang sekitar US$1,5 miliar, menjadikannya donor terbesar kelima.
Wacana penghentian pinjaman kepada China sebenarnya telah muncul sejak masa pemerintahan pertama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Saat itu, Trump mendorong Bank Dunia agar menghentikan seluruh pembiayaan kepada China sebagai bagian dari kebijakan keras Washington terhadap rival ekonominya tersebut.
Baca Juga : Blokade Dicabut, Ekspor Minyak Iran Capai Segini
Meski pada masa jabatan keduanya Trump masih mempertahankan sikap tegas terhadap China, ia tidak lagi secara khusus mendesak penghentian pinjaman Bank Dunia kepada Beijing.
Kebijakan pengurangan pembiayaan ini juga tidak hanya berlaku bagi China. Sebelumnya, pada 16 Juni, Bank Dunia mengumumkan rencana serupa untuk Polandia, yakni memangkas pinjaman secara bertahap hingga nol pada 2031, meski tetap melanjutkan kerja sama dalam bentuk bantuan teknis.
