AS Sebut Israel Sempat Incar Negosiator Utama Iran
Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) meyakini Israel sempat berencana membunuh dua negosiator utama Iran ketika proses perundingan damai berlangsung pada April 2026. Dugaan tersebut diungkap The New York Times, Kamis (2/7/2026), berdasarkan keterangan sejumlah pejabat AS.
Laporan itu menyebut Washington mengkhawatirkan keselamatan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang saat itu terlibat dalam negosiasi intensif antara AS dan Iran.
Perundingan tersebut dimediasi oleh Pakistan dan memasuki fase penting pada April lalu.
Baca Juga : Rusia Hantam Ukraina, NATO Siaga Tempur
Mengutip The New York Times, nama Mohammad Bagher Ghalibaf disebut telah masuk dalam daftar target Israel.
Pemerintah AS kemudian dilaporkan mendesak Israel agar tidak melanjutkan rencana tersebut demi menjaga keberlangsungan proses diplomasi.
Laporan itu juga mengutip pejabat Iran yang mengatakan Teheran, melalui perantaraan Pakistan dan Qatar, meminta jaminan kepada Washington agar Israel tidak menyerang anggota delegasi Iran selama proses negosiasi berlangsung.
Pesawat Ghalibaf Sempat Alihkan Rute
Laporan tersebut turut mengungkap insiden yang terjadi pada April ketika pesawat yang membawa Ghalibaf dalam perjalanan pulang dari Islamabad harus mengubah rute menuju Mashhad.
Pengalihan penerbangan dilakukan setelah aparat keamanan Iran mendeteksi dua jet tempur Israel memasuki wilayah udara Iran.
Di tengah mencuatnya laporan tersebut, seorang pejabat AS mengatakan proses perundingan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung.
Presiden AS Donald Trump disebut ingin memastikan proses diplomasi tetap berjalan.
Dalam wawancara dengan CNBC, Trump kembali menegaskan bahwa Washington tidak memiliki tujuan mengganti pemerintahan Iran.
“Kami tidak sedang mencari pergantian rezim. Saya hanya menginginkan satu hal yang sangat sederhana: mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan CNBC.
Trump juga membela operasi militer AS terhadap Iran dan mengklaim serangan tersebut berhasil melemahkan kemampuan militer Teheran.
Baca Juga : Purbaya Ungkap IKN Bukan Lokasi Pusat Finansial IKN, Lalu Dimana?
“Saya telah mengalahkan mereka secara militer. Mereka benar-benar telah dikalahkan secara militer. Mereka masih punya sisa rudal, kami juga bisa melumpuhkannya, dan saya menghantam mereka tiga kali pekan lalu dengan sangat keras, karena mereka mengirim drone ke sebuah kapal,” ujarnya.
Putaran Perundingan Berikutnya Segera Digelar
Sementara itu, mediator dari Qatar dan Pakistan menyampaikan bahwa putaran berikutnya dalam perundingan AS-Iran akan digelar sesegera mungkin setelah rangkaian pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Prosesi pemakamannya dijadwalkan berlangsung pada 4–9 Juli 2026.
