Purbaya Ungkap Lokasi Pusat Finansial RI, Bukan di IKN?
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan rencana pembangunan International Financial Center (IFC) atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) masih difokuskan di Pulau Bali. Hingga kini, pemerintah belum mempertimbangkan lokasi lain, termasuk di Pulau Jawa maupun Ibu Kota Nusantara (IKN).
Purbaya mengatakan pemerintah masih membahas sejumlah alternatif lokasi di Bali sebelum menentukan kawasan yang paling tepat untuk pengembangan pusat keuangan internasional tersebut.
Baca Juga : Kas Negara Sisa Segini, Purbaya Sebut Masih Memadai
“Jadi kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali, mungkin ada beberapa titik. Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk investor internasional,” kata Purbaya saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (2/7/2026).
Saat ditanya mengenai kemungkinan lokasi PFII berada di Pulau Jawa, Purbaya mengaku belum memperoleh informasi terkait rencana tersebut. Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini pembangunan pusat finansial internasional tidak direncanakan di IKN.
“Kalau di Pulau Jawa, sampai sekarang saya belum tahu. Kalau di IKN, sejauh ini juga belum ada rencana,” terang Purbaya.
Pemerintah Masih Fokus di Bali
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga menyampaikan bahwa pemerintah masih memusatkan pembahasan lokasi PFII di Bali dan belum memiliki rencana untuk membuka kawasan serupa di daerah lain.
Menurut Airlangga, beberapa lokasi potensial yang telah dikaji berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali dan KEK Sanur. Kedua kawasan tersebut sebelumnya telah ditinjau oleh sejumlah pejabat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Lokasi PFII nantinya kita siapkan di Bali. Kalau untuk di tempat lain selain Bali, kami belum tentukan,” kata Airlangga saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (24/6/2026) lalu.
Baca Juga : Zulhas Tanggapi Kritik Bangunan Kopdes di Pesisir dan Gunung
Meski demikian, pemerintah juga tengah mempertimbangkan penambahan satu kawasan lagi sebagai lokasi pengembangan PFII di Bali. Namun, hingga kini belum diputuskan wilayah mana yang akan dipilih.
“Tapi di Bali, kemungkinan bisa 3 titik,” ujar Airlangga.
Pemerintah berharap pemilihan lokasi yang tepat dapat mendukung pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia sebagai destinasi investasi global sekaligus meningkatkan daya tarik Indonesia di sektor jasa keuangan internasional.
