PBB Terancam Kehabisan Dana Tunai Mulai Agustus 2026
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa organisasi tersebut berpotensi kehabisan dana tunai mulai Agustus 2026. Keberlangsungan operasional setelah September disebut sangat bergantung pada pembayaran kontribusi dari negara-negara anggota.
Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Perencanaan Program, Keuangan, dan Anggaran, Chandramouli Ramanathan, mengungkapkan kondisi keuangan organisasi saat ini semakin menipis.
“Dalam anggaran reguler, kami juga hampir tidak memiliki dana tunai. Kami tidak memiliki dana tunai setelah Agustus, September,” kata Ramanathan dalam konferensi pers.
Baca Juga : Rusia Serang Ukraina, NATO Siaga Tempur
Mengutip Sputnik melalui Antara, Ramanathan menjelaskan bahwa kas PBB praktis telah habis sehingga organisasi tersebut kini menunggu pembayaran kontribusi dari negara-negara anggota agar tetap dapat menjalankan operasionalnya.
“Uang sudah habis. Kami menunggu pengumpulan dana untuk bertahan setelah September,” lanjutnya, sebagaimana dilansir Sputnik via Antara.
Menurut Ramanathan, sekalipun terdapat penghematan anggaran, kondisi kas PBB diperkirakan tetap berada pada titik kritis hingga akhir tahun.
“Jadi, apa pun yang terjadi, kemungkinan besar kita akan mengakhiri tahun ini dengan nol dana tunai, yang berarti hampir tidak bisa bertahan dengan anggaran yang dikurangi,” tambahnya.
Bergantung pada Pembayaran AS dan China
Ramanathan menjelaskan, kondisi keuangan PBB pada September akan sangat dipengaruhi oleh pembayaran kontribusi dari dua penyumbang terbesar, yakni Amerika Serikat dan China.
Ia mengatakan organisasi tersebut masih dapat menghindari krisis apabila kedua negara memenuhi kewajiban pembayaran tepat waktu.
“Jika salah satu dari mereka tidak membayar tepat waktu, kita akan menghadapi sedikit krisis pada September,” paparnya.
Namun, ia mengingatkan tantangan yang lebih besar akan muncul apabila pembayaran tidak dilakukan atau jumlah yang dibayarkan lebih kecil dari kewajiban.
Baca Juga : Jelang Pemakaman Khamenei, Iran Layangkan Peringatan
“Tetapi jika mereka tidak membayar sama sekali atau membayar kurang dari jumlah semula, maka kita akan menghadapi sedikit tantangan di akhir tahun,” lanjutnya.
Meski demikian, Ramanathan menegaskan bahwa bahkan jika Amerika Serikat dan China melunasi seluruh kontribusi mereka, kondisi kas PBB tetap diperkirakan akan terkuras menjelang penutupan tahun anggaran.
“Namun, bahkan jika keduanya membayar, kita akan mengakhiri tahun dengan hampir semua uang tunai kita habis,” katanya lagi.
