Bahlil Beberkan Tiga Strategi RI Hadapi Krisis Energi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan tiga langkah utama yang tengah disiapkan pemerintah untuk merespons tekanan krisis energi global sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.
Menurutnya, dinamika pasar energi dunia menuntut Indonesia untuk beradaptasi dengan strategi baru yang lebih komprehensif, mencakup sektor hulu hingga hilir. Pemerintah kini berfokus pada peningkatan produksi domestik serta pengembangan energi alternatif.
Baca Juga : Prabowo Targetkan 30.000 Koperasi dalam Setahun, “Bisa Cetak Sejarah”
“Kita itu ada tiga hal yang harus kita lakukan dalam menghadapi krisis energi dunia sekarang,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (27/4).
Optimalkan Produksi Migas Nasional
Langkah pertama yang menjadi prioritas adalah meningkatkan lifting atau produksi minyak dan gas bumi dalam negeri. Selama beberapa tahun terakhir, realisasi lifting migas masih berada di bawah target, sehingga kebutuhan energi nasional banyak bergantung pada impor.
Peningkatan produksi domestik dinilai krusial untuk menjaga ketahanan energi nasional dari fluktuasi harga minyak global.
“Yang pertama adalah kita harus mengoptimalkan lifting kita,” ujarnya.
Perluas Biodiesel B50
Strategi kedua adalah mendorong diversifikasi energi melalui implementasi biodiesel B50. Kebijakan ini mencampurkan 50 persen bahan bakar nabati berbasis sawit ke dalam solar, dengan tujuan utama mengurangi impor bahan bakar diesel.
“Yang kedua adalah mencari diversifikasi, seperti B50. B50 itu kan mengurangi impor solar kita. Yang ketiga adalah kita harus dorong E untuk bensin, etanol E20. Itu adalah bagian salah satu strategi,” ujarnya.
Dorong Etanol E20 dan Energi Alternatif
Selain biodiesel, pemerintah juga mengembangkan penggunaan bioetanol melalui skema E20, yakni campuran 20 persen etanol dalam bensin. Langkah ini menjadi bagian dari upaya diversifikasi energi berbasis sumber daya domestik.
Tidak hanya itu, pemerintah juga mulai menyiapkan substitusi untuk LPG yang selama ini masih didominasi impor. Beberapa opsi yang tengah difinalisasi antara lain dimethyl ether (DME) berbasis batu bara dan compressed natural gas (CNG).
Kedua sumber energi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif untuk menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga di tengah ketidakpastian global
Baca Juga : BGN Klaim MBG Putar Ekonomi Daerah hingga Rp 249T!

[…] Bahlil Beberkan Tiga Strategi RI Hadapi Krisis Energi […]