BI Minta Bank Turunkan Suku Bunga Usai Dititipi Rp 200 T
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta perbankan segera menurunkan suku bunga setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di bank umum.
Ia menegaskan langkah ini sudah sejalan dengan pelonggaran kebijakan moneter yang lebih dahulu dilakukan BI.
“Likuiditas kita sudah ekspansi dari moneter dan makroprudensial, ditambah lagi Pak Menteri Keuangan menambah likuiditas dari SAL yang semula dari rekening pemerintah di BI dipindahkan ke bank,” jelas Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga: Investor Pemula Kerap Melakukan 5 Kesalahan Fatal Ini
Menurut dia, kondisi likuiditas saat ini sudah sangat longgar sehingga penurunan suku bunga menjadi kebutuhan mendesak.
“Likuiditas sudah berlebih, suku bunga perlu cepat turun, suku bunga depositonya maupun suku bunga kredit,” kata Perry.
Ia menambahkan, perbankan juga didorong untuk meningkatkan suplai penawaran kredit agar penurunan suku bunga benar-benar mengalir ke sektor riil.
Tidak hanya dari sisi penawaran, BI bersama pemerintah mendorong permintaan kredit melalui percepatan belanja negara.
Perry mengungkapkan dirinya telah berkoordinasi dengan pemerintah melalui Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.
Dari pertemuan tersebut, pemerintah berkomitmen mempercepat realisasi belanja kementerian/lembaga serta perlindungan sosial untuk mendongkrak konsumsi masyarakat dan aktivitas dunia usaha.
“Dengan ekspansi fiskal ini diharapkan konsumsi masyarakat, investasi dunia usaha dan juga produksi dari dunia usaha meningkat sehingga meningkatkan permintaan kredit dari sektor riil,” pungkas dia.
Baca Juga: Dividen Sebesar Rp 23 T Disetor Pertamina ke Danantara hingga 2025

[…] Baca Juga: BI Minta Bank Turunkan Suku Bunga Usai Dititipi Rp 200 T – Economix […]