Daftar 7 Negara dengan Rasio Utang Terendah di Dunia
Utang menjadi salah satu sumber pembiayaan yang digunakan negara untuk membiayai pembangunan, menutup defisit anggaran, hingga memenuhi kebutuhan belanja ketika pendapatan negara tidak mencukupi.
Pemerintah dapat memperoleh pinjaman melalui berbagai cara, mulai dari lembaga multilateral seperti Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), pinjaman bilateral dari negara lain, hingga penerbitan obligasi yang dibeli investor.
Bagi sejumlah negara, IMF menjadi salah satu sumber pendanaan ketika menghadapi kesulitan ekonomi.
Pinjaman dari IMF dapat digunakan untuk membantu negara membangun kembali perekonomian, menjaga stabilitas mata uang, mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga memenuhi kebutuhan impor.
Meski demikian, tidak semua negara memiliki utang kepada IMF.
Bahkan, sejumlah negara atau wilayah memiliki rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang sangat rendah.
Negara-negara tersebut umumnya memiliki sumber pendapatan yang kuat, baik dari sektor pajak maupun sumber daya alam, sehingga kebutuhan pembiayaan melalui utang relatif rendah.
Baca Juga: Suku Bunga Jepang Naik Jadi 1,25 Persen, Ini Dampaknya ke RI
Lantas, negara atau wilayah mana saja yang memiliki rasio utang terhadap PDB terendah?
Berikut daftarnya:
1. Macau
Macau menjadi salah satu wilayah yang tercatat tidak memiliki utang pemerintah.
Berdasarkan data IMF yang dikutip dalam sumber, Macau tidak memiliki utang pemerintah selama sekitar 15 tahun terakhir, dengan rasio utang terhadap PDB tercatat 0 persen.
Macau merupakan wilayah administratif khusus China dan dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata serta perjudian terbesar di Asia.
Perekonomian Macau banyak ditopang sektor pariwisata, termasuk industri kasino.
Pendapatan per kapita Macau tercatat sebesar 32.418 dollar AS pada 2022.
2. Brunei Darussalam
Brunei Darussalam menjadi negara berikutnya yang memiliki rasio utang terhadap PDB sangat rendah.
Meski tidak memiliki utang kepada IMF, Brunei tetap memiliki utang nasional.
Rasio utang terhadap PDB Brunei tercatat sebesar 2,3 persen pada 2024.
Rasio tersebut bahkan sempat berada di sekitar 0,94 persen pada periode 1985-2022 dan mencapai 0 persen pada 1986.
Brunei memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama minyak dan gas alam.
Kekayaan sumber daya tersebut menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara.
Pendapatan per kapita Brunei tercatat sebesar 65.670 dollar AS.
3. Turkmenistan
Turkmenistan juga tercatat memiliki rasio utang terhadap PDB yang relatif rendah.
Berdasarkan data IMF, rasio utang terhadap PDB Turkmenistan mencapai 4,7 persen pada 2024.
Utang nasional negara tersebut juga diperkirakan terus menurun hingga 2028.
Total utang diperkirakan berada di sekitar 300 juta dollar AS atau mengalami penurunan hingga 8 persen.
4. Tuvalu
Tuvalu merupakan negara kepulauan independen yang menjadi bagian dari Persemakmuran Inggris.
Negara yang berada di kawasan Pasifik tersebut memiliki luas wilayah sekitar 26 kilometer persegi.
Jumlah penduduk Tuvalu juga relatif kecil, yakni sekitar 11.204 jiwa pada 2021.
Dengan wilayah dan populasi yang kecil, kebutuhan pembiayaan pembangunan Tuvalu juga relatif terbatas.
Tuvalu tidak memiliki utang kepada IMF.
Namun, negara tersebut tetap memiliki utang pemerintah dengan rasio terhadap PDB mencapai 7 persen pada 2024.
5. Kuwait
Kuwait merupakan negara yang berada di timur laut Arab Saudi dengan luas wilayah sekitar 17.818 kilometer persegi.
Negara tersebut termasuk dalam daftar negara dengan rasio utang terhadap PDB yang rendah.
Berdasarkan laporan IMF, rasio utang pemerintah Kuwait terhadap PDB tercatat sebesar 7,1 persen pada 2024.
Kondisi tersebut didukung oleh perekonomian Kuwait yang memiliki sumber daya minyak dalam jumlah besar.
Baca Juga: Trump Sebut Bisa Kenakan Tarif 100 Persen ke Pembeli Minyak Rusia
6. Hong Kong
Hong Kong merupakan wilayah administratif khusus atau Special Administrative Region (SAR) China.
Rasio utang terhadap PDB Hong Kong tercatat sebesar 9 persen pada 2024.
Salah satu faktor yang mendukung rendahnya rasio utang tersebut adalah sektor keuangan Hong Kong yang berkembang pesat.
Selain itu, tingginya nilai properti juga menjadi salah satu sumber penerimaan pemerintah melalui pajak properti.
7. Kiribati
Kiribati merupakan negara kepulauan yang berada di kawasan Oseania, tepatnya di tengah Samudra Pasifik.
Negara tersebut memiliki luas wilayah sekitar 811 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 119.000 jiwa pada 2020.
Kiribati tercatat memiliki rasio utang terhadap PDB sebesar 9,9 persen pada 2024.
Angka tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan banyak negara lainnya.
Indonesia Tidak Lagi Berutang ke IMF
Indonesia juga tidak lagi memiliki utang kepada IMF.
Hal tersebut pernah dikonfirmasi Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo, yang menyebut pemerintah Indonesia telah melunasi utang kepada IMF sejak 2006.
“Pemerintah sudah tidak berutang lagi ke IMF sejak Oktober 2006,” tegasnya.
Namun, tidak memiliki utang kepada IMF bukan berarti Indonesia tidak memiliki utang pemerintah.
Rasio utang Indonesia terhadap PDB tercatat sebesar 39,3 persen pada 2024, atau lebih tinggi dibandingkan tujuh negara atau wilayah yang masuk dalam daftar tersebut.
