Harga Teh Dunia Naik Hampir 70%, Petani Indonesia Dapat Angin Segar
Kabar naiknya harga teh dunia hingga hampir 70% disambut dengan penuh optimisme oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman. Saat ditemui usai konferensi pers di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) Tangerang, Senin (3/11/2025), Amran tampak sumringah saat memberitakan kabar baik tersebut.
Menurutnya, kenaikan harga teh menjadi sinyal positif bagi petani Indonesia dan berpotensi mendorong peningkatan ekspor komoditas perkebunan. Amran meyakini Indonesia akan menikmati keuntungan besar dari lonjakan harga teh global ini. Selain dikenal sebagai salah satu produsen teh terkemuka dunia, Indonesia juga memiliki banyak komoditas perkebunan unggulan lain yang kini tengah naik pamor di pasar internasional.
Baca juga: Kenaikan Harga Pangan, Dorong Inflasi Indonesia 0,28%
Pemerintah Siapkan Strategi Hilirisasi
Berdasarkan data Trading Economics, harga teh dunia pada 25 Oktober 2025 tercatat mencapai 202,14 INR per kilogram, naik 2,40% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam kurun sebulan, kenaikannya bahkan mencapai 69,88%, meski masih 11,11% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan dari sejumlah negara konsumen utama.
Menanggapi kondisi itu, Amran menegaskan pemerintah akan terus mendorong hilirisasi dan peningkatan produktivitas teh nasional agar Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal. Hal ini dilakukan karena produk – produk dari Indonesia sulit diproduksi negara lain.
Ia mencontohkan program serupa yang kini dijalankan untuk komoditas kelapa. Pemerintah, saat ini, tengah menggenjot replanting dan penanaman baru dengan dukungan anggaran hampir Rp10 triliun dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Amran, kesejahteraan petani akan meningkat apabila sektor hulu dan hilir sama-sama diperkuat. Dengan hilirisasi, nilai tambah dari setiap komoditas bisa melonjak signifikan. Diperkirakan nilai tambah dari pengolahan bisa naik 20%,50%, bahkan 100%, tergantung pada komoditasnya.
Baca juga: Waktunya Generasi Muda mulai Belajar Investasi
Teh Indonesia Tetap Jadi Andalan Ekspor
Meski demikian, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi teh nasional masih fluktuatif dalam satu dekade terakhir. Pada 2012, produksi teh Indonesia mencapai 517,4 ribu ton, namun menurun menjadi 492 ribu ton pada 2023.
Sebagian besar teh Indonesia diekspor ke Malaysia, Rusia, dan Amerika Serikat. Data 2022 mencatat, ekspor ke Malaysia sebesar 8.569 ton, ke Rusia 6.618 ton, dan ke AS 3.258 ton. Teh hitam masih menjadi primadona ekspor dengan pangsa 88,8% dari total volume, disukai karena rasanya yang kuat dan cocok untuk pasar Eropa dan Amerika Utara. Sementara itu, teh hijau Indonesia tetap memiliki peminat setia di Asia berkat kandungan antioksidan dan manfaat kesehatannya.
Indonesia sendiri telah lama dikenal sebagai produsen teh berkualitas dunia dengan cita rasa khas dan kandungan mineral alami yang tinggi, hasil dari kondisi geografis yang ideal. Melihat momentum positif ini, Amran berharap industri teh nasional bisa terus berkembang, meningkatkan ekspor, dan tentu saja, membawa kesejahteraan bagi para petani di tanah air.

[…] Harga Teh Dunia Naik Hampir 70%, Petani Indonesia Dapat Angin Segar […]