Putin Sambangi China, Bahas Geopolitik hingga Perdagangan
Presiden Rusia, Vladimir Putin, dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada Selasa waktu setempat untuk memperkuat hubungan strategis kedua negara. Lawatan selama dua hari di Beijing itu, berlangsung tidak lama setelah Presiden Donald Trump menyelesaikan kunjungan resminya ke Negeri Tirai Bambu.
Mengutip CNBC International, Rusia saat ini membutuhkan dukungan lebih kuat dari Beijing di tengah tekanan ekonomi dan isolasi dari negara-negara Barat. Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, Putin disebut berharap memperoleh komitmen konkret dari Presiden Xi Jinping.
Baca Juga : Rupiah Anjlok, Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik
Para analis menilai ada tiga agenda besar yang menjadi target utama Rusia dalam kunjungan diplomatik kali ini.
Hubungan Geopolitik
Kunjungan Putin yang berlangsung hanya beberapa hari setelah kedatangan Trump dinilai sarat pesan politik. Moskow dianggap ingin menunjukkan bahwa hubungan Rusia dan China tetap sangat erat meski Washington terus meningkatkan pengaruhnya di kawasan Asia.
“Putin kemungkinan mengirimkan sebuah pengingat kepada warga Amerika bahwa, ya, Anda dapat datang dan mengunjungi China sesuka Anda, tetapi Rusia lebih dekat, dan lebih ramah daripada Anda,” kata Ed Price, peneliti senior non-residen di New York University.
Price menambahkan Putin juga akan mencari dukungan diplomatik China terkait perang di Ukraina. Menurutnya, dukungan Beijing menjadi penting untuk menahan tekanan militer dan sanksi Barat terhadap Rusia.
“Selama Presiden Putin memiliki ambisi teritorial di wilayah Baratnya, yaitu Ukraina, dia harus memiliki kesuksesan diplomatik di wilayah Timurnya, yaitu China,” jelas Price.
Sementara itu, Kepala Ekonom Deloitte China, Sitao Xu, menilai Rusia sedang mencari kepastian hubungan jangka panjang dengan Beijing di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.
“Rusia adalah tetangga terbesar China, dan kami memiliki perbatasan yang panjang ini, jadi jika kita tidak perlu khawatir tentang keamanan di sepanjang sisi Barat, itu akan menjadi keaktifan yang sangat besar bagi kita,” ujar Xu pada Senin.
Hubungan Energi
Kerja sama energi diprediksi menjadi fokus utama dalam pertemuan Putin dan Xi Jinping. Sejak perang Ukraina pecah, Rusia kehilangan sebagian besar pasar energi di Eropa sehingga kini semakin bergantung pada China dan India sebagai pembeli minyak serta gas utama.
Salah satu target penting Rusia adalah mendapatkan persetujuan proyek pipa gas Power of Siberia 2 yang melintasi Mongolia. Proyek tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas ekspor gas Rusia ke China secara signifikan.
“Kesepakatan utama yang ingin dibahas Putin dengan Xi adalah, tentu saja, pipa gas,” tutur Sergei Guriev kepada CNBC pada Selasa.
Namun, menurut Guriev, Beijing belum terburu-buru menyepakati proyek tersebut karena pasokan energinya dinilai masih aman melalui berbagai sumber lain.
“China telah membangun cadangan energi yang substansial dan dapat menunggu hingga konflik Timur Tengah selesai,” pungkas Guriev.
Hubungan Perdagangan
Selain geopolitik dan energi, Rusia juga ingin memperluas kerja sama perdagangan dengan China ke berbagai sektor lain. Dalam laporan kantor berita TASS, Putin menyebut hubungan tingkat tinggi kedua negara menjadi bagian penting untuk membuka peluang kerja sama ekonomi tanpa batas.
Baca Juga : Purbaya Sebuat Pemerintah Siapkan Efisiensi Lanjutan untuk MBG
“Kunjungan timbal balik yang teratur dan pembicaraan tingkat tinggi Rusia-China adalah bagian penting dan integral dari upaya bersama kami untuk mempromosikan seluruh rentang hubungan antara kedua negara kita dan membuka potensi mereka yang benar-benar tanpa batas,” kata Putin seperti dikutip dari laporan TASS pada Selasa.
Ketergantungan Rusia terhadap industri manufaktur China meningkat tajam setelah hubungan dagang Moskow dengan Uni Eropa melemah akibat sanksi Barat. Nilai perdagangan Rusia-China bahkan disebut melonjak dua kali lipat dalam empat tahun terakhir.
“Bagi Rusia, kunjungan ini sangat penting karena Rusia bergantung pada China dalam hal teknologi, barang konsumsi, dan barang manufaktur,” tegas Guriev saat berbicara di acara “Europe Early Edition” di CNBC.

[…] Putin Sambangi China, Bahas Geopolitik hingga Perdagangan […]
[…] Baca Juga: China Disambangi Putin, Bahas Geopolitik hingga Perdagangan […]