Rosan: Investasi RI Tembus Rp1.010,6 Triliun
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, melaporkan realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Capaian tersebut disampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara peletakan batu pertama 11 ekosistem hilirisasi nikel dan pelepasan ekspor perdana baterai di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kamis (8/10/2026).
“Bapak Presiden izinkan saya melaporkan, memang investasi di triwulan, di semester I-2026 ini alhamdulillah mencapai realisasi investasi Rp 1.010,6 triliun tumbuh 7,2% dan menyerap lebih dari 1,4 juta orang,” ujar Rosan dalam acara yang disiarkan secara daring.
Rosan menyebut investasi di sektor hilirisasi kini menyumbang 35% dari total investasi nasional. Angka tersebut meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya, ketika kontribusinya masih berada di level 25%.
“Nah dari total investasi tersebut, angka hilirisasi meningkat. Dalam dua tahun terakhir ini yang tadinya kontribusi hilirisasi 25% sudah mencapai 35% dari total investasi yang masuk,” beber Rosan.
Baca Juga : Qatar Ungkap Iran-AS Masih Berunding untuk Akhiri Perang
Selain itu, investasi yang masuk ke luar Pulau Jawa tercatat mendominasi dengan kontribusi mencapai 75% dari total investasi nasional.
Rosan juga menyoroti perkembangan kawasan industri pengolahan di Maluku Utara. Menurutnya, kawasan tersebut telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, dengan sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) provinsi yang disebutnya mendekati separuh.
Ia menilai Maluku Utara kini tidak hanya dikenal sebagai daerah pertambangan, tetapi juga berkembang menjadi pusat industri pengolahan. Perubahan tersebut tercermin dari surplus perdagangan daerah yang mencapai Rp31,1 triliun pada 2025.
Baca Juga : Demo Pelajar di Prancis Ricuh, Trump Bagikan Komentar
Ekspor dari kawasan industri tersebut didominasi produk olahan nikel, antara lain feronikel, nickel matte, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nikel sulfat, dan kobalt. Produk-produk itu menjadi bagian dari pengembangan industri hilirisasi yang mendorong peningkatan nilai tambah komoditas mineral di dalam negeri.
