Trump Ingin Ganti Nama Samudra Atlantik Jadi “Trump Ocean”, Google Menolak
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku pernah meminta Google mempertimbangkan perubahan nama Samudra Atlantik menjadi “Trump Ocean” atau Samudra Trump.
Namun, menurut Trump, CEO Google Sundar Pichai menolak permintaan tersebut karena samudra berbatasan dengan banyak negara.
Trump menceritakan hal itu saat menghadiri kampanye di South Carolina pada Rabu (21/10/2026).
Dilansir dari Newsweek, Kamis (22/10/2026), Trump mengungkapkan bahwa gagasan tersebut muncul setelah Google Maps mengubah penamaan Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika bagi pengguna di AS.
“Kami benar-benar mempertimbangkan Samudra Atlantik. Saya menghubungi Google Maps, yang sangat membantu soal danau. Saya berbicara dengan seseorang yang brilian, Sundar, yang memimpin seluruh Google,” kata Trump.
Baca Juga: Netanyahu Perintahkan Mossad Gulingkan Rezim Iran
Trump Mengaku Permintaannya Ditolak CEO Google
Dalam pidatonya, Trump menceritakan percakapan yang menurutnya terjadi ketika ia menghubungi Pichai untuk membahas perubahan nama Samudra Atlantik.
“Saya berkata, Sundar, saya sedang memikirkan Samudra Atlantik. Bisakah Anda mengurusnya?” ujar Trump.
Trump mengatakan Pichai langsung menolak permintaan tersebut.
” Tidak, tidak, tidak. Kali ini saya tidak akan melakukannya,” kata Trump, menirukan jawaban Pichai sambil tertawa.
Menurut Trump, Pichai menjelaskan bahwa samudra berbeda dengan danau atau teluk karena wilayahnya berbatasan dengan banyak negara.
“Samudra berbeda, Pak. Samudra mencakup banyak negara. Tolong jangan meminta kami melakukan itu,” ujar Trump, kembali menirukan pernyataan Pichai.
Setelah menceritakan penolakan tersebut, Trump mengisyaratkan akan mengurungkan gagasannya.
“Jadi, mungkin saya akan melewatkannya. Haruskah saya membatalkannya? Saya rasa kita tetap menyebutnya Samudra Atlantik, bukan?” katanya kepada para pendukungnya.
Meski demikian, Google belum mengonfirmasi apakah percakapan antara Trump dan Pichai benar-benar terjadi.
Newsweek menyatakan telah menghubungi Google untuk meminta tanggapan mengenai pernyataan Trump tersebut.
Trump Sebelumnya Ubah Nama Teluk dan Danau
Keinginan mengganti nama Samudra Atlantik bukan pertama kalinya disampaikan Trump sejak memulai masa jabatan keduanya.
Pada Januari 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika dalam penggunaan resmi pemerintah federal AS.
Google kemudian menyesuaikan nama tersebut di Google Maps bagi pengguna di AS, sedangkan nama Teluk Meksiko tetap digunakan di wilayah lain.
Pada Agustus 2026, Trump kembali menandatangani perintah eksekutif untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.
Google Maps juga menyesuaikan penamaan danau tersebut bagi pengguna di AS, sementara pengguna di Kanada tetap melihat nama Danau Ontario.
Google menjelaskan bahwa penamaan geografis di platform petanya mengikuti perubahan yang tercatat dalam sumber resmi pemerintah, termasuk Sistem Informasi Nama Geografis AS atau Geographic Names Information System (GNIS).
Trump juga sempat mengusulkan penggantian nama Selat Hormuz menjadi “Trump Strait” atau Selat Trump.
Baca Juga: Utusan AS Bertemu Putin Bahas Akhiri Perang Ukraina Usai Temui Zelensky
Trump Pernah Usulkan Nama “Ocean of the Americas”
Sebelum berpidato di South Carolina, Trump telah menyampaikan keinginan mengganti nama samudra dalam kampanye di Tennessee pada 10 Oktober 2026.
Saat itu, ia mengatakan ingin menambahkan sungai dan samudra ke dalam daftar wilayah geografis yang akan diganti namanya sebelum meninggalkan jabatan.
“Kita sudah punya teluk, kita punya danau yang indah, dan sekarang seseorang berkata, ‘Anda membutuhkan sungai’,” ujar Trump.
Ia kemudian menyebut Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik sebagai dua kemungkinan wilayah yang akan diganti namanya.
“Jadi, saya memikirkan Atlantik atau Pasifik,” kata Trump.
Trump mengusulkan nama “Trump Ocean” atau “Ocean of the Americas” sebagai alternatif penamaan.
Namun, perubahan nama geografis oleh pemerintah AS tidak otomatis berlaku di negara lain.
Di AS, standardisasi nama geografis untuk penggunaan pemerintah federal menjadi tanggung jawab Dewan Nama Geografis AS atau US Board on Geographic Names (BGN).
Lembaga tersebut pada umumnya tidak menganjurkan perubahan nama geografis yang sudah digunakan tanpa alasan kuat.
Kebijakan domestik BGN juga melarang penggunaan nama orang yang masih hidup untuk wilayah geografis, meskipun terdapat ketentuan berbeda untuk nama yang ditetapkan melalui perintah presiden atau undang-undang Kongres.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi untuk mengganti nama Samudra Atlantik menjadi “Trump Ocean”.
