Trump Klarifikasi Ucapan soal Los Angeles dan San Diego
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberikan penjelasan terkait pernyataannya yang menyebut Los Angeles dan San Diego berpotensi dihancurkan Iran. Ia mengklaim komentarnya tersebut telah disalahartikan dan sebenarnya merujuk pada pengorbanan ekonomi masyarakat AS berupa kenaikan harga bensin selama perang berlangsung.
Dalam pernyataan melalui Truth Social pada Kamis (8/10/2026), Trump mengatakan masyarakat perlu menerima kenaikan harga bahan bakar untuk sementara waktu demi mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Dilansir dari Reuters, Trump menilai kenaikan harga bensin masih menjadi konsekuensi yang lebih kecil dibandingkan risiko keamanan yang menurutnya dapat muncul jika Iran memiliki senjata nuklir.
“Apa yang saya maksud adalah kenaikan sementara harga bensin merupakan pengorbanan kecil agar Iran tidak memiliki senjata nuklir,” tulis Trump.
Klarifikasi itu muncul setelah pernyataannya dalam kampanye politik di Nebraska pada Senin (5/10/2026) menuai kritik. Sejumlah tokoh Partai Demokrat dan beberapa anggota Partai Republik turut mempersoalkan komentarnya yang menyebut dua kota besar di California tersebut.
Trump Sempat Singgung Kemungkinan Iran Hancurkan Kota di AS
Kontroversi bermula ketika Trump membahas dampak ekonomi perang dengan Iran dalam kampanye politik di Nebraska. Ia menyinggung kenaikan harga bensin dan menyebutnya sebagai pengorbanan sementara demi menjaga keamanan Amerika Serikat serta dunia.
“Ingat, dengan adanya perang, kenaikan ini hanya bersifat sementara. Harganya memang sedikit tinggi, tetapi itu pengorbanan kecil,” kata Trump.
Baca Juga : Israel Perintahkan Konsulat Inggris di Yerusalem Ditutup
“Itu pengorbanan kecil demi menjaga keamanan dunia dan negara kita,” lanjutnya.
Trump kemudian menyebut Los Angeles dan San Diego saat menjelaskan risiko yang menurutnya bisa terjadi dalam konflik tersebut.
“Mereka bisa menghancurkan sebuah kota. Biarkan mereka menghancurkan Los Angeles, biarkan mereka menghancurkan San Diego,” ujar Trump.
“Ini pengorbanan yang sangat kecil, dan semuanya akan segera berakhir,” tambahnya.
Pernyataan tersebut memicu reaksi negatif dari sejumlah tokoh politik di California. Kritik datang dari kubu Demokrat maupun sebagian anggota Partai Republik, terutama karena Trump menyebut kemungkinan kehancuran dua kota besar ketika membicarakan dampak perang dan keamanan nasional.
Trump Sebut Komentarnya Disalahartikan
Trump merespons kritik tersebut melalui unggahan di Truth Social pada Kamis. Ia menegaskan bahwa penyebutan Los Angeles dan San Diego bukan dimaksudkan seperti yang dipahami oleh para pengkritiknya.
Menurut Trump, ia sedang membandingkan kenaikan harga bensin dengan risiko keamanan apabila Iran berhasil memiliki senjata nuklir. Ia menilai masyarakat AS perlu menerima dampak ekonomi sementara demi mencegah ancaman yang lebih besar.
“Jika ingin melihat pengorbanan yang besar, bisakah Anda membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka mengebom San Diego dan/atau Los Angeles?” tulis Trump.
Ia juga menyatakan bahwa dirinya mencintai kedua kota tersebut. Dalam penjelasannya, Trump kembali menekankan bahwa kenaikan harga bensin merupakan konsekuensi sementara dari kebijakan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Meski telah memberikan klarifikasi, pernyataan awal Trump telanjur memicu perdebatan politik, khususnya di California. Ia menyebut kedua kota itu sebagai contoh risiko yang menurutnya ingin dihindari pemerintah AS melalui kebijakannya terhadap Iran.
Kenaikan Harga Bensin Jadi Sorotan di Tengah Perang Iran
Kenaikan harga bensin dan biaya hidup menjadi salah satu isu ekonomi yang disorot masyarakat AS di tengah konflik dengan Iran. Dalam pidatonya di Nebraska, Trump berusaha menjelaskan bahwa dampak ekonomi tersebut merupakan konsekuensi yang perlu ditanggung demi kepentingan keamanan nasional.
Baca Juga : Kabut Asap Sumatra Bikin Polusi Singapura Makin Buruk
Ia menyebut kenaikan harga bahan bakar hanya berlangsung sementara dan memperkirakan konflik akan segera berakhir. Trump juga menghubungkan langkah pemerintahannya terhadap Iran dengan upaya mencegah negara tersebut memiliki senjata nuklir.
Menurut Reuters, Trump sebelumnya juga pernah menanggapi kekhawatiran mengenai kenaikan biaya hidup akibat perang dengan menyatakan bahwa dampak ekonomi tersebut dapat diterima demi mencapai tujuan konflik.
Pernyataan terbarunya kembali menempatkan kenaikan harga bensin sebagai pengorbanan yang, menurut Trump, lebih kecil dibandingkan risiko keamanan jika Iran memiliki senjata nuklir.
Namun, penyebutan Los Angeles dan San Diego tetap menjadi sumber kontroversi sebelum Trump memberikan penjelasan. Ia kemudian menegaskan bahwa kedua kota tersebut digunakan untuk menggambarkan risiko yang ingin dicegah oleh pemerintah AS.
