WHO Warning, Rokok Elektrik Serang Remaja!
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melontarkan kritik keras terhadap melonjaknya peredaran produk nikotin seperti rokok elektrik sekali pakai dan kantong nikotin beraroma manis yang dinilai semakin menyasar anak-anak dan remaja. WHO memperingatkan bahwa tren ini berpotensi menciptakan gelombang kecanduan baru di kalangan generasi muda.
Dalam pembukaan konferensi global pengendalian tembakau (FCTC COP11), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengecam strategi agresif industri nikotin yang memasarkan produk-produk tersebut kepada pelajar.
Baca Juga : BI Ungkapkan Redenominasi Rupiah Butuh 6 Tahun!
Seperti dilaporkan AFP, Selasa (18/11/2025), Tedros menyebut sekolah telah menjadi garis depan terbaru dalam upaya menghadapi penyebaran tembakau dan nikotin, di mana perusahaan secara aktif mendorong munculnya generasi baru pengguna nikotin.
WHO mengutip laporan yang memperkirakan hampir 15 juta remaja di dunia kini menggunakan rokok elektrik. Tedros menambahkan bahwa meski konsumsi tembakau di kalangan muda turun sepertiga dalam 20 tahun terakhir, industri justru beralih menciptakan produk baru yang lebih menarik dan mudah diterima remaja.
Ia juga menepis klaim bahwa vape dan produk nikotin modern lebih aman atau efektif sebagai alat berhenti merokok. Menurutnya, tidak ada bukti yang menunjukkan manfaat bersih bagi kesehatan masyarakat, sementara temuan mengenai risikonya terus bertambah.
WHO mencatat prevalensi vaping di kalangan remaja di 63 negara rata-rata sembilan kali lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Tedros menilai industri nikotin tidak terdorong oleh tujuan mengurangi bahaya, melainkan semata-mata mengejar keuntungan.
Baca Juga : DK PBB Setujui Pasukan Internasional Untuk Masuk Gaza!
WHO kini menyerukan kepada seluruh negara untuk memperketat regulasi terhadap kantong nikotin, rokok elektrik, dan produk tembakau yang dipanaskan, setidaknya setara dengan aturan rokok konvensional. Ia mengapresiasi negara-negara yang telah melarang total produk tersebut, sekaligus menegaskan bahwa negara lain minimal harus menerapkan kontrol ketat terkait rasa, kemasan, pemasaran, serta penegakan batas usia.
Tedros memperingatkan bahwa negara yang belum mengambil langkah pelarangan tetap wajib menegakkan regulasi kuat untuk mencegah produk ini semakin membanjiri pasar anak-anak dan remaja.

[…] WHO Warning, Rokok Elektrik Serang Remaja! […]
[…] WHO Warning, Rokok Elektrik Serang Remaja! […]