5 Alasan Iran Menuduh AS-Israel Jadi Biang Kerusuhan
Pemerintah Iran secara terbuka menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik gelombang kerusuhan yang terjadi di dalam negeri dalam beberapa waktu terakhir. Tuduhan tersebut disampaikan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran atau Supreme National Security Council (SNSC), yang menilai situasi ini bukan sekadar protes ekonomi, melainkan bagian dari skenario destabilisasi yang terencana.
Menurut SNSC, ada sejumlah indikator kuat yang membuat Teheran meyakini keterlibatan asing dalam kerusuhan tersebut. Berikut lima alasan Iran menuding AS dan Israel sebagai dalang kerusuhan.
Baca Juga: Ini Alasan di Balik Donald Trump Ingin Akuisisi Greenland
1. Israel Disebut Menjalankan Perang Hibrida
SNSC menilai Israel tidak pernah menghentikan permusuhan terhadap Iran, meskipun perang singkat selama 12 hari pada Juni lalu telah berakhir. Strategi yang digunakan disebut berubah menjadi perang hibrida, yakni kombinasi tekanan politik, psikologis, ekonomi, dan keamanan.
Dewan tersebut menyebut bahwa aksi protes yang awalnya dipicu ketidakstabilan pasar telah “diarahkan” ke situasi yang lebih kacau melalui skema yang dirancang Israel. Menurut Iran, perubahan taktik ini bertujuan menciptakan rasa tidak aman di tengah masyarakat.
2. Pernyataan Donald Trump Dinilai Provokatif
Iran juga menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dianggap memperkeruh situasi. SNSC menyebut komentar Trump menunjukkan adanya rencana bersama Washington dan Tel Aviv untuk mengguncang stabilitas Iran.
Pemerintah Iran menegaskan adanya perbedaan jelas antara protes damai dan aksi kekerasan. Menurut mereka, pembakaran bendera Iran dan penyerangan patung Jenderal Qassem Soleimani tidak mencerminkan aspirasi warga yang menyampaikan keluhan ekonomi secara sah.
Baca Juga: Jejak Skandal Penipuan Global Jadi Akhir Dinasti Bank Prince
3. Dugaan Sabotase oleh Kelompok Zionis
Lalu, SNSC juga menilai persatuan nasional Iran sebelumnya telah memukul mundur tekanan eksternal selama konflik singkat pada Juni. Persatuan serupa diyakini akan kembali menggagalkan upaya sabotase yang dituding melibatkan Israel dan sekutunya.
Kehadiran aparat keamanan, menurut pemerintah, bertujuan menjaga keselamatan publik dan mencegah kekacauan yang lebih luas, bukan menekan aspirasi warga.
4. Tuduhan Keterlibatan Tentara Bayaran Asing
Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebelumnya menyatakan bahwa negaranya tidak akan berkompromi dengan pihak-pihak yang bertindak sebagai perusak atau tentara bayaran asing.
Kerusuhan disebut dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang mengeksploitasi keresahan masyarakat akibat kenaikan biaya hidup dan pelemahan mata uang rial. Meski mengakui keluhan ekonomi warga, Iran menyalahkan sanksi sepihak AS sebagai penyebab utama tekanan ekonomi.
5. Penemuan Sel Teror Bersenjata.
Terakhir, otoritas keamanan Iran mengklaim telah membongkar sejumlah sel teror bersenjata yang terlibat dalam kerusuhan. Beberapa pelaku disebut memiliki keterkaitan dengan pihak asing dan aksi mereka telah menewaskan aparat penegak hukum.
Pejabat Iran juga menuding tokoh-tokoh AS dan Israel secara terbuka mendorong kekerasan, termasuk pernyataan yang mengancam akan menyerang Iran jika para perusuh dilukai.
Melalui berbagai temuan tersebut, Iran menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi bukanlah peristiwa spontan semata, melainkan bagian dari tekanan geopolitik yang lebih luas terhadap stabilitas nasionalnya.
Baca Juga: Elon Musk Prediksi China Kuasai AI lewat Kekuatan Listrik di 2026, AS Bakal Keok!

[…] 5 Alasan Iran Menuduh AS-Israel Jadi Biang Kerusuhan […]