6 Money Personality yang Bisa Kamu Terapkan di 2026, Apa Saja?
Memasuki tahun 2026, banyak orang mulai meninjau ulang kondisi keuangan mereka. Tak sedikit yang merasa sudah bekerja keras, tetapi stabilitas finansial masih sulit dicapai. Menurut pakar keuangan dan pemberdayaan perempuan, Steph Wagner, persoalan tersebut sering kali bukan terletak pada besarnya penghasilan, melainkan pada pola pikir dan kepribadian seseorang terhadap uang.
Berdasarkan pengalamannya mendampingi klien selama lebih dari satu dekade, Wagner mengidentifikasi enam tipe money personality yang mempengaruhi cara seseorang mengambil keputusan finansial sehari-hari. Memahami tipe ini dinilai dapat membantu seseorang mengelola keuangan secara lebih sehat dan berkelanjutan. Berikut enam money personality beserta saran Wagner untuk menghadapi 2026, melansir CNBC Make It, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Dampak Saham Gorengan bagi Ritel dan Bahayanya bagi Investor
1. The Giver (Si Dermawan)
Tipe ini dikenal murah hati dan senang membantu orang lain, baik melalui donasi maupun dukungan finansial. Namun, kelemahannya adalah sering mengabaikan kebutuhan diri sendiri hingga berisiko mengalami pengeluaran berlebihan.
Saran 2026:
Wagner menyarankan agar giver belajar menyeimbangkan empati dengan batasan. Mengatur rencana keuangan yang jelas dan berani berkata “tidak” di waktu tertentu dapat membantu tetap membantu orang lain tanpa mengorbankan kondisi finansial pribadi.
2. The Trailblazer (Si Perintis)
Selanjutnya, trailblazer adalah sosok percaya diri, berani mengambil risiko, dan gigih mengejar kesuksesan. Sayangnya, kemandirian berlebihan membuat mereka sulit meminta bantuan dan rentan kelelahan.
Saran 2026:
Belajar mendelegasikan menjadi kunci. Menurut Wagner, membangun kekayaan bukan hanya soal kerja keras, tetapi juga pengelolaan yang cerdas dengan memanfaatkan keahlian orang lain.
3. The Skeptic (Si Skeptis)
Lalu, tipe satu ini kerap memandang uang secara negatif dan merasa tidak pantas memiliki kekayaan. Pola pikir ini membuat mereka terjebak dalam kondisi keuangan yang stagnan.
Saran 2026:
Wagner menyarankan agar skeptic menuliskan kualitas positif diri dan memahami bahwa nilai seseorang tidak diukur dari saldo rekening. Bergaul dengan orang sukses yang tetap beretika juga dapat membantu mengubah sudut pandang terhadap uang.
Baca Juga: Untuk Kelola Risiko Investasi, Ini Strategi Diversifikasi Saham yang Tepat
4. The High Roller (Si Pencari Sensasi)
Sementara itu, high roller cenderung hidup untuk hari ini dan mudah tergoda belanja impulsif sebagai pelarian emosi. Tanpa kontrol, kebiasaan ini berisiko menumpuk utang.
Saran 2026:
Mengelola emosi menjadi langkah utama. Wagner menyarankan penggunaan aplikasi pencatat keuangan, pembatasan kartu kredit, serta sistem pembayaran tunai agar lebih sadar dalam berbelanja.
5. The Penny Pincher (Si Super Hemat)
Penny pincher sangat disiplin menabung, bahkan sering merasa bersalah saat membelanjakan uang untuk kebutuhan penting. Mereka juga cenderung menghindari investasi.
Saran 2026:
Wagner mendorong tipe ini mempelajari dasar investasi dan menetapkan tujuan pengeluaran yang bermakna. Uang tidak hanya untuk disimpan, tetapi juga dinikmati dan dikembangkan.
6. The Avoider (Si Menghindar)
Terakhir, tipe avoider enggan memikirkan atau membicarakan uang, bahkan sering tidak mengetahui kondisi keuangan sendiri, yang justru memicu kecemasan.
Saran 2026:
Mulai dari langkah kecil, seperti meluangkan 10 menit per minggu untuk mengecek saldo dan mencatat pengeluaran. Kebiasaan sederhana ini dapat membangun kendali finansial secara bertahap.
Wagner menegaskan bahwa keenam money personality ini bukanlah label permanen. Seseorang bisa memiliki lebih dari satu tipe, dan kepribadian keuangan dapat berubah seiring waktu.
“Kesadaran adalah awal dari perubahan. Dengan mengenali kecenderungan diri, kita bisa membuat keputusan keuangan yang lebih sehat dan lebih selaras dengan tujuan hidup,” ujar Wagner.
Steph Wagner sendiri dikenal sebagai National Director of Women & Wealth di Northern Trust serta penulis buku Fly! A Woman’s Guide to Financial Freedom and Building a Life You Love.
Baca Juga: Cara Memilih Saham bagi Pemula yang Aman dan Risikonya
