Prabowo Kumpulkan 5 Konglomerat RI, Segini Kekayaannya
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan lima konglomerat nasional di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (10/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat upaya pemerintah mempererat kolaborasi dengan dunia usaha dalam mendorong agenda ekonomi strategis nasional.
Lima pengusaha besar yang hadir dalam pertemuan itu adalah Garibaldi Thohir, Franky Oesman Widjaja, Prajogo Pangestu, Sugianto Kusuma, dan Anthony Salim. Berdasarkan berbagai laporan, total kekayaan kelima konglomerat tersebut mencapai sekitar US$85,5 miliar atau setara Rp1.427 triliun.
Rincian Kekayaan Para Konglomerat
Garibaldi Thohir
Menurut laporan Forbes, kekayaan Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir mencapai US$3,8 miliar atau sekitar Rp64 triliun pada tahun lalu. Kakak Menteri BUMN Erick Thohir ini dikenal sebagai pengusaha sukses dengan bisnis yang tersebar di berbagai sektor.
Baca Juga : Purbaya Tekankan Pentingnya Stabilitas Ekonomi RI pada Petinggi Polri
Sumber kekayaan terbesarnya berasal dari industri batu bara, terutama melalui kepemilikan saham di PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Boy Thohir tercatat memiliki 1,97 miliar lembar saham atau sekitar 6,18 persen dari total saham perusahaan tersebut. Lonjakan harga batu bara pada 2022 turut mendongkrak kinerja saham ADRO yang naik hingga 68,69 persen sepanjang tahun itu.
Franky Oesman Widjaja
Berdasarkan pembaruan data Forbes hingga Desember 2025, keluarga Widjaja yang merupakan pendiri Grup Sinar Mas mencatat lonjakan kekayaan signifikan. Total kekayaan mereka meningkat menjadi US$28,3 miliar atau sekitar Rp473 triliun, naik 50 persen dibandingkan 2023.
Kenaikan tersebut didorong oleh melejitnya harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melonjak lebih dari 380 persen sepanjang 2024. Kinerja positif ini turut mengukuhkan posisi keluarga Widjaja sebagai salah satu kelompok bisnis terbesar di Indonesia.
Prajogo Pangestu
Mengutip data Forbes Real Time, kekayaan Prajogo Pangestu tercatat mencapai US$39,8 miliar atau setara Rp665 triliun. Ia memulai bisnis dari industri perkayuan pada akhir 1970-an dan kemudian mengembangkan usahanya melalui Barito Pacific.
Perusahaan tersebut go public pada 1993 dan kemudian berekspansi ke sektor petrokimia melalui akuisisi Chandra Asri pada 2007. Selain itu, Prajogo juga mengembangkan bisnis energi terbarukan melalui Barito Renewables Energy serta sektor pertambangan melalui Petrindo Jaya Kreasi yang resmi melantai di bursa pada 2023.
Sugianto Kusuma (Aguan)
Sugianto Kusuma atau Aguan dikenal sebagai pendiri Agung Sedayu Group, salah satu konglomerasi properti terbesar di Indonesia. Ia juga terlibat dalam proyek strategis pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Melalui berbagai anak usahanya, bisnis properti Aguan terus berkembang, termasuk lewat akuisisi emiten PT Pratama Abadi Nusa Tbk yang kemudian berubah nama menjadi Pantai Indah Kapuk Dua (PANI). Kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar Rp42,73 triliun. Selain sebagai pengusaha, Aguan juga aktif dalam kegiatan filantropi melalui Yayasan Budha Tsu Chi.
Anthony Salim
Anthony Salim menempati peringkat kelima orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2025 dengan kekayaan sekitar US$13,6 miliar atau setara Rp227 triliun. Sumber kekayaannya tidak hanya berasal dari produk mi instan Indomie, tetapi juga dari bisnis kelapa sawit.
Melalui Grup Salim, ia mengelola berbagai perusahaan besar seperti Indofood Agri Resources Ltd, PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Ekspansi di sektor perkebunan membuat lahan bisnis keluarga Salim semakin luas dalam beberapa tahun terakhir.
Dorongan Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Pertemuan yang berlangsung lebih dari 4,5 jam tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi dengan pelaku usaha. Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yaitu kolaborasi erat antara negara dan sektor swasta guna mempercepat pembangunan ekonomi.
“Presiden Prabowo mengajak para pengusaha untuk bersama-sama dengan pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya di sektor riil, guna mendorong pengembangan industri serta penguatan UMKM,” mengutip Instagram@sekretariat.kabinet, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga : MSCI Umumkan Review Terbaru, Apa Isinya?
Sejalan dengan itu, para pengusaha yang hadir menyatakan komitmen untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Dukungan tersebut mencakup sektor pemenuhan makan bergizi, pendidikan, kesehatan, rumah subsidi, koperasi dan kampung nelayan, hingga kedaulatan pangan dan energi.
Presiden juga menyoroti pentingnya peran dunia usaha dalam penciptaan lapangan kerja, terutama di sektor riil. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat industrialisasi, meningkatkan rantai pasok domestik, serta mengoptimalkan peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

[…] Prabowo Kumpulkan 5 Konglomerat RI, Segini Kekayaannya […]